PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Bone Rebut Piala Gubernur Sulsel 2026, Juara Bertahan Sidrap Tumbang di Adu PenaltiPergantian Ketua DPRD Jeneponto Mandek, Pimpinan Minta Berkas NasDem Dikonsultasikan ke PemprovTiga Pegawai Gugur di Papua, Mentan Amran Jamin Sekolah Anak hingga Dapat PekerjaanDilema Hilirisasi tanpa IndustrialisasiBupati Paris Yasir Resmi Luncurkan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal di JenepontoKrisis Mental dan Kesepian Generasi Muda: Saatnya Kembali pada IslamPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Bone Rebut Piala Gubernur Sulsel 2026, Juara Bertahan Sidrap Tumbang di Adu PenaltiPergantian Ketua DPRD Jeneponto Mandek, Pimpinan Minta Berkas NasDem Dikonsultasikan ke PemprovTiga Pegawai Gugur di Papua, Mentan Amran Jamin Sekolah Anak hingga Dapat PekerjaanDilema Hilirisasi tanpa IndustrialisasiBupati Paris Yasir Resmi Luncurkan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal di JenepontoKrisis Mental dan Kesepian Generasi Muda: Saatnya Kembali pada Islam
Makassar

Pemanasan Global Perburuk Kualitas Udara dan Kesehatan Pernapasan

601
×

Pemanasan Global Perburuk Kualitas Udara dan Kesehatan Pernapasan

Sebarkan artikel ini
Pemanasan Global Perburuk Kualitas Udara dan Kesehatan Pernapasan
ILUSTRASI - Pemanasan global, yang ditandai dengan peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi, terus membawa dampak serius terhadap kehidupan manusia. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) mencatat bahwa peningkatan konsentrasi gas rumah kaca akibat aktivitas manusia menjadi penyebab utama fenomena ini.

MAKASSAR—Pemanasan global, yang ditandai dengan peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi, terus membawa dampak serius terhadap kehidupan manusia. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) mencatat bahwa peningkatan konsentrasi gas rumah kaca akibat aktivitas manusia menjadi penyebab utama fenomena ini.

Dinas Kesehatan Kota Makassar melalui akun Instagram resminya, @dinaskesehatankotamakassar, pada Kamis (31/10/2024) merilis peringatan tentang dampak pemanasan global terhadap kualitas udara dan kesehatan pernapasan.

Berikut dampak signifikan yang perlu diperhatikan:

1. Peningkatan Polutan Udara
Pemanasan global memperburuk kualitas udara dengan mempercepat reaksi kimia yang menghasilkan ozon permukaan (ozon troposferik). Polutan ini dapat memicu iritasi saluran pernapasan, memperburuk asma, dan menurunkan fungsi paru-paru.

2. Partikulat Halus (PM2.5)
Kebakaran hutan yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim melepaskan partikel halus ke udara. PM2.5 dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan aliran darah, memicu gangguan pernapasan, penyakit jantung, bahkan meningkatkan risiko kematian dini.

3. Perubahan Pola Alergen
Pemanasan global memperpanjang musim serbuk sari dan meningkatkan produksi alergen dari tanaman. Hal ini memperparah alergi pernapasan dan asma, terutama di wilayah yang sudah rentan.

4. Frekuensi Gelombang Panas
Suhu tinggi memperburuk kualitas udara di perkotaan akibat efek pulau panas dan polusi kendaraan. Gelombang panas meningkatkan risiko serangan asma dan gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan individu dengan penyakit paru-paru.

5. Peningkatan Penyakit Pernapasan
Kombinasi suhu tinggi dan polusi udara memicu kondisi kesehatan yang lebih buruk, khususnya bagi penderita penyakit paru kronis.

Dinas Kesehatan Makassar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko ini dan menjaga kesehatan dengan meminimalkan paparan polusi udara serta mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.

“Pemanasan global bukan hanya isu lingkungan, tapi juga masalah kesehatan yang langsung memengaruhi kita semua,” tulis Dinkes Makassar dalam unggahannya. (*/4dv)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com