OPINI—Generasi muda memiliki peran strategis dalam Pemilu 2024. Sebagai kelompok mayoritas pemilih, mereka diharapkan mampu memilih secara bijak dan cerdas, berdasarkan visi dan program kerja calon pemimpin, bukan sekadar popularitas. Keputusan mereka akan sangat menentukan arah kebijakan nasional dan masa depan Indonesia.
Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), lebih dari 50% pemilih pada 2024 berasal dari Generasi Milenial dan Gen Z. Hal ini menjadikan mereka sebagai agen perubahan yang berpotensi membawa perspektif baru dalam politik, baik sebagai pemilih maupun calon pemimpin. Namun, peran strategis ini juga diiringi berbagai tantangan yang perlu diatasi.
Salah satu tantangan utama adalah rendahnya minat politik di kalangan generasi muda. Banyak dari mereka menganggap politik tidak relevan atau kecewa dengan janji-janji politik yang tidak terpenuhi. Selain itu, meskipun generasi muda tumbuh di era digital, mereka juga menjadi kelompok yang rentan terhadap disinformasi dan hoaks. Penyebaran berita palsu ini berisiko memengaruhi pilihan politik mereka.
Untuk mengatasi tantangan ini, generasi muda perlu membekali diri dengan literasi politik dan digital yang memadai. Mereka harus memahami sistem pemilu, kewenangan calon pemimpin, dan rekam jejak para kandidat. Pemahaman ini akan membantu mereka membuat keputusan yang matang dan tidak terpengaruh oleh narasi manipulatif.
Partisipasi generasi muda tidak hanya penting sebagai pemilih, tetapi juga sebagai pengawas jalannya pemilu. Dengan keterlibatan aktif, mereka dapat memastikan proses pemilu berlangsung jujur, adil, dan transparan. Media sosial dapat dimanfaatkan untuk mengedukasi sesama pemilih, mempromosikan diskusi sehat, dan melawan narasi negatif yang memecah belah.
Selain itu, generasi muda memiliki peluang besar untuk memperjuangkan isu-isu penting, seperti pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, lingkungan, dan kesetaraan gender. Dengan kekuatan suara yang mereka miliki, generasi muda dapat mendorong kebijakan yang lebih inklusif dan relevan dengan kebutuhan mereka.
Namun, generasi muda juga harus bersikap kritis terhadap praktik-praktik yang merusak demokrasi, seperti politik uang. Menolak segala bentuk iming-iming finansial dalam menentukan pilihan adalah langkah penting untuk menjaga integritas pemilu.
Pemilu 2024 bukan hanya tentang memilih pemimpin, tetapi juga tentang membentuk masa depan Indonesia. Generasi muda memiliki potensi besar untuk membawa perubahan nyata dan memperkuat demokrasi. Tantangan seperti apatisme, disinformasi, dan rendahnya keterwakilan harus diatasi dengan edukasi politik, literasi digital, dan keterlibatan aktif.
Saatnya generasi muda membuktikan bahwa mereka adalah masa depan bangsa. Dengan suara mereka, politik dapat menjadi alat untuk memperjuangkan aspirasi bersama dan menciptakan Indonesia yang lebih baik. Pemilu 2024 adalah momentum bagi generasi muda untuk menciptakan perubahan nyata. Mari manfaatkan peluang ini dengan bijak. (*)
Penulis: Zahra Tul Puadi
***
Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.







