MAKASSAR—Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan sektor perikanan dan kesejahteraan masyarakat. Melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulsel, sekitar 5 juta benih ikan air tawar telah disalurkan secara gratis kepada masyarakat di berbagai kabupaten dan kota.
Kepala DKP Sulsel, Muh Ilyas, mengungkapkan bahwa program ini bukan sekadar janji, tetapi bukti nyata pemerintah dalam mendukung perekonomian rakyat.
Penjabat Gubernur Sulsel, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, memberikan perhatian khusus terhadap program ini sebagai bagian dari strategi besar pemerintah untuk menekan angka kemiskinan, mengatasi inflasi, memperkuat ketahanan pangan, dan bahkan mendukung penurunan angka stunting.
“Pemberian benih ikan ini adalah langkah konkret untuk membantu masyarakat, terutama di sektor perikanan. Program ini langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, memberikan dampak ekonomi, dan membantu meningkatkan gizi,” jelas Ilyas.
Selain distribusi benih, DKP Sulsel juga menggulirkan berbagai program lain yang tak kalah penting. Di antaranya:
- Asuransi nelayan: Melindungi 10.000 nelayan dari risiko kecelakaan kerja dan kematian.
- Sarana rumpon laut dalam: Sebanyak 19 unit rumpon disalurkan untuk membantu nelayan meningkatkan hasil tangkapan.
- Rumah ikan dasar dan sarana rumput laut: Diberikan kepada kelompok nelayan untuk mendukung budidaya perikanan.
- Program Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan): Kampanye makan ikan untuk meningkatkan asupan protein masyarakat, terutama bagi anak-anak penderita stunting.
- Pengelolaan perikanan tangkap: Termasuk optimalisasi sarana pelabuhan untuk meningkatkan produktivitas nelayan.
Tahun depan, DKP Sulsel juga akan memperluas pembangunan dan pengembangan sarana pelabuhan di tiga lokasi strategis, yaitu PPI Beba Takalar, PPI Maccini Baji Pangkep, dan PPI Kajang Bulukumba. Pelabuhan ini diharapkan dapat mendukung aktivitas lebih dari 4.000 nelayan di tiga wilayah tersebut.
Plh Kepala Bappelitbangda Sulsel, Andi Bakti Haruni, menambahkan bahwa semua program ini dirancang dengan pendekatan yang tepat sasaran. “Bantuan yang diberikan diarahkan agar langsung menyentuh kebutuhan para nelayan dan masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sektor perikanan. Tujuannya jelas, yaitu memperkuat perekonomian lokal dan meningkatkan taraf hidup mereka,” katanya.
Selain bantuan fisik, program seperti INTAN (Gizi Ikan untuk Anak Stunting) juga menjadi sorotan. Program ini mengedukasi masyarakat tentang pentingnya konsumsi ikan untuk pertumbuhan anak, sekaligus menekan angka stunting di Sulsel.
Langkah-langkah ini mencerminkan visi besar Pemprov Sulsel untuk menjadikan perikanan sebagai motor penggerak ekonomi yang berkelanjutan. Tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, program ini juga diharapkan menciptakan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.
Melalui berbagai inisiatif ini, nelayan dan masyarakat perikanan Sulsel kini memiliki harapan baru. Dengan dukungan pemerintah yang terus mengalir, sektor perikanan di Sulsel tidak hanya bertahan, tetapi juga siap melangkah lebih jauh menuju masa depan yang lebih cerah. (*/4dv)













