MAKASSAR—Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, menegaskan pentingnya peran pajak daerah sebagai fondasi utama dalam mendukung pembangunan kota.
Ia mengatakan bahwa kesadaran masyarakat sebagai wajib pajak harus terus ditingkatkan untuk memastikan keberlanjutan program pembangunan yang direncanakan pemerintah.
“Dana dari pajak adalah tulang punggung pembangunan, mencakup sektor infrastruktur, pendidikan, hingga kesehatan. Tanpa partisipasi aktif dari wajib pajak, upaya kita membangun Kota Makassar tidak akan maksimal,” ujar Zulkifly dalam pernyataannya.
Pernyataan tersebut sejalan dengan acara Tax Award 2024 yang diadakan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Makassar di Hotel Claro pada Jumat malam (6/12/2024).
Kegiatan ini memberikan penghargaan kepada 300 wajib pajak yang telah berkontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar, sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.
Hingga November 2024, Kota Makassar telah mengumpulkan PAD sebesar Rp1,305 triliun, atau sekitar 75 persen dari target Rp1,73 triliun. Meski angka ini menunjukkan progres yang positif, Zulkifly menyatakan bahwa masih banyak potensi yang dapat digali melalui peningkatan kesadaran pajak masyarakat.
“Kami mendukung penuh inisiatif seperti Tax Award ini, karena langkah-langkah seperti ini mampu mendorong masyarakat untuk lebih patuh dan sadar akan kewajibannya. Dengan meningkatnya PAD, Pemkot dapat memiliki ruang fiskal yang lebih luas untuk melaksanakan program-program strategis pembangunan,” jelas Zulkifly.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Bappeda bersama Bapenda Makassar terus memperkuat sinergi untuk memastikan target pajak dapat tercapai, sekaligus mengintegrasikan kebutuhan pembangunan dalam perencanaan pendapatan.
Dalam visi ini, Pemkot Makassar menargetkan PAD dari sektor pajak mencapai Rp2 triliun pada tahun 2025, mendukung visi besar Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, untuk membawa kota ini menuju pembangunan yang lebih berkelanjutan.
“Pajak bukan sekadar angka dalam laporan, tetapi kunci utama keberlanjutan pembangunan Kota Makassar. Kami berharap masyarakat terus memberikan dukungan melalui partisipasi aktif mereka sebagai wajib pajak,” tutup Zulkifly. (*/4dv)













