🚨 Peringatan Cuaca Sulawesi Selatan
Potensi hujan lebat, petir atau badai di: Luwu Utara.
Masyarakat diimbau waspada terhadap banjir dan angin kencang.
Advertisement - Scroll ke atas
Inspirasi

Demi Anak-Anak Yatim, Bripka Syamsuddin Gadaikan Rumah untuk Sekolah Gratis

929
×

Demi Anak-Anak Yatim, Bripka Syamsuddin Gadaikan Rumah untuk Sekolah Gratis

Sebarkan artikel ini

MANGGARAI—Perjuangan Bripka Syamsuddin, anggota Bagops Polres Manggarai, sungguh menyentuh hati. Demi memberikan pendidikan gratis bagi anak-anak yatim dan kurang mampu di Cuncalawar, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), ia rela mengorbankan hampir segalanya, termasuk menggadaikan rumahnya sendiri.

Kisah pilu sekaligus inspiratif ini bermula dari pengalaman pribadinya yang hampir putus sekolah saat ayahnya meninggal dunia ketika ia masih duduk di kelas satu SMA. Kenangan pahit itu mendorongnya untuk mendirikan sekolah gratis, agar anak-anak senasib dengannya tidak mengalami hal serupa.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Bersama istrinya, Rini Mulyasari, Bripka Syamsuddin mendirikan dua sekolah gratis di bawah naungan Yayasan Fii Sabilillah Mis Deen Assalam dan Darautaul Athfal Deen Assalam sejak tahun 2019.

Hingga kini, ratusan siswa telah merasakan manfaatnya, belajar tanpa dipungut biaya sepeser pun. Namun, perjalanan mendirikan dan mempertahankan sekolah ini tidaklah mudah.

Masalah biaya menjadi tantangan terbesar. Bripka Syamsuddin awalnya menyumbangkan seluruh gajinya untuk operasional sekolah. Namun, dana tersebut tidak mencukupi. Ia kemudian menggunakan remunerasi dengan jaminan ijazah SMA, tetapi tetap kurang.

Akhirnya, dengan berat hati, ia menggadaikan sertifikat rumahnya ke bank, sebuah pengorbanan yang sangat besar. Bahkan, ia sempat berniat menjual rumahnya demi keberlangsungan sekolah.

Sang istri, Rini, turut berjuang dengan berjualan kue untuk menambah penghasilan keluarga. Ia menceritakan bagaimana suaminya rela mengangkut sendiri material bangunan dan bahan-bahan bekas dari bengkel, seperti ban mobil dan besi, untuk disulap menjadi mainan anak-anak di sekolah.

“Kadang mau ngambil gaji ya males, karena udah tahu menerimanya hanya 200 ribu,” ujar Rini, menggambarkan betapa sulitnya kondisi keuangan mereka. Dengan mata berkaca-kaca, Rini mengungkapkan rasa bangganya terhadap pengorbanan suaminya. “Saya bangga memiliki suami seperti bapak,” ucapnya dengan tulus.

Di tengah keterbatasan, Bripka Syamsuddin dan istrinya tak pernah menyerah. Mereka terus berjuang demi pendidikan anak-anak. “Sekuat tenaga saya akan berjuang untuk pendidikan anak-anak,” tegas Bripka Syamsuddin.

Perjuangan mereka pun membuahkan hasil. Sekolah yang mereka dirikan kini telah terakreditasi B dan bahkan pernah menjuarai kejuaraan tingkat nasional. Kapolres Manggarai, AKBP Edwin Saleh, pun memberikan apresiasi atas dedikasi Bripka Syamsuddin dan berharap ia mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan naik pangkat. (*)

error: Content is protected !!