PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.13 Tahun Mati Suri, GEMAS Biring Romang Kembali BergerakKapal Pengangkut Sampah Diserahkan ke Kecamatan Mariso, Perkuat Kebersihan Wilayah PesisirMenteri Ara Tambah 25 Ribu Kuota Rumah Subsidi untuk SulselCamat Manggala Dorong Warga Biring Romang Jadi Contoh Pilah SampahGaza Diusir, Al-Aqsa Dinodai: Di Mana Perisai Umat?KPK Geledah 3 Ruang Dirjen ATR/BPN, Ruang Nusron Wahid Belum DisentuhPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.13 Tahun Mati Suri, GEMAS Biring Romang Kembali BergerakKapal Pengangkut Sampah Diserahkan ke Kecamatan Mariso, Perkuat Kebersihan Wilayah PesisirMenteri Ara Tambah 25 Ribu Kuota Rumah Subsidi untuk SulselCamat Manggala Dorong Warga Biring Romang Jadi Contoh Pilah SampahGaza Diusir, Al-Aqsa Dinodai: Di Mana Perisai Umat?KPK Geledah 3 Ruang Dirjen ATR/BPN, Ruang Nusron Wahid Belum Disentuh
Nasional

Menteri P2MI Sambangi Kantor B-Universe, Bahas Program Pekerja Migran

520
×

Menteri P2MI Sambangi Kantor B-Universe, Bahas Program Pekerja Migran

Sebarkan artikel ini
Menteri P2MI, Abdul Kadir Karding
Menteri P2MI, Abdul Kadir Karding melakukan kunjungan kerja ke kantor pusat B-Universe pada Jumat (17/01/2025).

JAKARTA—Pemerintah Indonesia menargetkan pengiriman 425 ribu Pekerja Migran Indonesia (PMI) pada tahun 2025. Target ini diiringi komitmen untuk memprioritaskan perlindungan dan peningkatan kualitas PMI.

Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) terus berupaya memperluas pasar kerja dan memastikan para pekerja migran memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan global. Menteri P2MI, Abdul Kadir Karding, menegaskan bahwa perlindungan PMI adalah fondasi utama dalam mencapai target ini.

Sebagai bagian dari upaya sosialisasi program dan penguatan sinergi dengan media, Menteri Karding melakukan kunjungan kerja ke kantor pusat B-Universe pada Jumat (17/01/2025).

Kunjungan ini disambut hangat oleh Komisaris Utama B-Universe, Enggartiasto Lukita, beserta jajaran direksi. Pertemuan tersebut membahas peran strategis media dalam mendukung program-program KemenP2MI, khususnya dalam diseminasi informasi yang akurat dan edukatif kepada masyarakat.

Enggartiasto Lukita menggarisbawahi program ini dalam konteks tantangan ekonomi global dan dinamika pasar tenaga kerja. Ia menekankan bahwa KemenP2MI memegang peranan krusial, terutama dalam penyaluran angkatan kerja baru dan penanganan tenaga kerja yang terdampak pengurangan. Enggartiasto juga mengapresiasi visi Menteri Karding untuk mengubah stigma negatif yang selama ini melekat pada pekerja migran.

“Pak Menteri memiliki visi yang progresif untuk mengubah persepsi tersebut. Selama ini, pekerja migran seringkali hanya diasosiasikan dengan pekerjaan domestik, padahal kebutuhan di berbagai sektor di negara lain sangat beragam. Program ini berfokus pada peningkatan *skill* pekerja migran agar memiliki keahlian yang *scalable*, minimal memiliki kompetensi tertentu, dan dilengkapi kemampuan berbahasa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Enggartiasto menyoroti potensi pekerja migran Indonesia dalam memberikan kontribusi signifikan terhadap devisa negara. Ia memberikan ilustrasi bahwa dengan jumlah pekerja migran yang ada saat ini, remitansi yang dihasilkan telah memberikan sumbangan yang besar bagi perekonomian.

Enggartiasto mengemukakan bahwa jika program ini dikelola dengan baik, Indonesia berpotensi mengikuti jejak negara-negara lain yang sukses mengoptimalkan kontribusi pekerja migrannya. Ia juga menegaskan komitmen media untuk berperan aktif dalam mensosialisasikan program pemerintah dan mencegah praktik pengiriman pekerja migran ilegal atau yang tidak sesuai prosedur.

Menteri Karding menjelaskan bahwa pemerintah telah merancang sejumlah langkah strategis untuk mencapai target pengiriman 425 ribu PMI, termasuk diversifikasi pasar kerja ke 12 hingga 15 negara, serta penjajakan peluang di pasar Eropa.

“Arahan dari Bapak Presiden dalam rapat terbatas menekankan pentingnya membuka peluang di Eropa, mengingat tingginya permintaan dari beberapa kepala negara di sana,” ungkapnya.

Kardinal menekankan bahwa perlindungan PMI merupakan prioritas yang tidak dapat ditawar. Sebelum penempatan, para calon PMI akan dipastikan telah memenuhi standar kompetensi, termasuk kemampuan bahasa, keahlian yang relevan, dan kesiapan mental. Pemerintah juga memperkuat kerja sama bilateral dengan negara-negara tujuan untuk menjamin perlindungan hak-hak PMI.

“Prioritas utama kita adalah perlindungan yang komprehensif. Kita memastikan mereka berangkat dan kembali dengan selamat. Selain itu, pemahaman bahasa, *skill* yang memadai, dan mental yang kuat adalah modal penting. Di luar negeri, kita perkuat kerja sama bilateral untuk memastikan hak-hak mereka terlindungi,” jelasnya.

Pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada aspek kesejahteraan PMI, termasuk penetapan standar gaji yang layak, jaminan kesehatan, dan keselamatan kerja di negara tujuan. Peran atase tenaga kerja dan perwakilan P3MI di negara-negara tujuan akan dioptimalkan untuk memberikan pendampingan dan bantuan bagi PMI yang menghadapi permasalahan selama bekerja di luar negeri.

Dengan langkah-langkah terukur ini, pemerintah optimis dapat mencapai target pengiriman PMI pada tahun 2025 dengan tetap mengedepankan perlindungan dan kesejahteraan para pahlawan devisa. Keberhasilan ini diharapkan memberikan dampak positif bagi para pekerja migran, keluarga mereka, dan perekonomian nasional secara keseluruhan. (*)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com