PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Tampil di Forum AAPO Bangkok, Deng Ical Tekankan Pentingnya Keterbukaan Parlemen • Bupati Jeneponto Paris Yasir Lantik Tiga Pejabat, Tekankan Inovasi dan Keterbukaan terhadap Kritik • Sarmuji Rayu Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman Bergabung dengan Golkar • Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas Raih Dua Penghargaan Terbaik 1 di Abdidaya 2026 • Wamenaker Minta JARNAS.INDO Aktif Awasi Kebijakan Pemerintah • Bencana Belum Usai, Dana Telah Dikorupsi • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Tampil di Forum AAPO Bangkok, Deng Ical Tekankan Pentingnya Keterbukaan Parlemen • Bupati Jeneponto Paris Yasir Lantik Tiga Pejabat, Tekankan Inovasi dan Keterbukaan terhadap Kritik • Sarmuji Rayu Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman Bergabung dengan Golkar • Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas Raih Dua Penghargaan Terbaik 1 di Abdidaya 2026 • Wamenaker Minta JARNAS.INDO Aktif Awasi Kebijakan Pemerintah • Bencana Belum Usai, Dana Telah Dikorupsi •
Nasional

Demi Swasembada Pangan, Harga Gabah Ditetapkan Rp6.500 per Kilogram

347
×

Demi Swasembada Pangan, Harga Gabah Ditetapkan Rp6.500 per Kilogram

Sebarkan artikel ini
Demi Swasembada Pangan, Harga Gabah Ditetapkan Rp6.500 per Kilogram
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mencapai swasembada pangan dalam telekonferensi nasional yang melibatkan 4.000 petani, penyuluh pertanian, kepala dinas, serta Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi), pada Senin (3/2/2025).

JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mencapai swasembada pangan dalam telekonferensi nasional yang melibatkan 4.000 petani, penyuluh pertanian, kepala dinas, serta Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi), pada Senin (3/2/2025).

Telekonferensi yang digelar di Kantor Kementerian Pertanian itu menjadi penting dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Dalam pernyataannya, Prabowo menekankan ketahanan pangan adalah fondasi utama kedaulatan dan kemajuan bangsa. “Kalau kita mau jadi negara maju, pangan harus aman dulu,” ujarnya.

Untuk itu, pemerintah mengambil langkah strategis dengan menetapkan harga gabah kering panen (GKP) sebesar Rp6.500 per kilogram. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga stabilitas distribusi pangan.

Presiden menegaskan, kesejahteraan petani harus menjadi prioritas, tanpa mengorbankan mekanisme pasar. Ia juga memperingatkan agar tidak ada pihak yang bermain harga demi keuntungan sendiri.

“Jika ada yang mencoba bermain harga, negara akan turun tangan. Jika perlu, pemerintah akan mengambil alih penggilingan padi,” tegasnya.

Ketua Perpadi, Sutarto Alimoeso, melaporkan bahwa sejumlah daerah seperti Aceh, NTB, Lampung, dan Pulau Jawa telah memasok beras ke Bulog sesuai kebijakan pemerintah. Bahkan, di beberapa daerah, harga pembelian melampaui Rp6.500 per kilogram.

Menanggapi hal ini, Prabowo meminta pengawasan ketat di lapangan dengan melibatkan TNI, kepolisian, serta dinas pertanian guna mencegah spekulasi yang merugikan petani.

Di akhir arahannya, Presiden menyatakan optimisme bahwa Indonesia semakin dekat dengan swasembada pangan. “Yang penting produksi cukup dan pengolahan berjalan baik,” tutupnya. (*/R077)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com