MAKASSAR — Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, secara terbuka mengajak Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, bergabung dengan Partai Golkar.
Ajakan itu disampaikan Sarmuji sesaat setelah melantik pengurus DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan, Minggu (25/10/2026). Di hadapan kader dan undangan yang hadir, ia mengingatkan dukungan Golkar kepada Andi Sudirman dalam kontestasi Pilkada sebelumnya.
“Partai Golkar telah mewakafkan diri bersama Gubernur Sulsel pada Pilkada lalu. Saatnya Gubernur Sulsel mewakafkan diri bersama Golkar,” kata Sarmuji.
Pernyataan tersebut menjadi pesan politik terbuka bagi Andi Sudirman. Sarmuji tidak hanya menyinggung dukungan Golkar pada Pilkada lalu, tetapi juga menyampaikan harapan agar hubungan politik itu berlanjut melalui keanggotaan sang gubernur di partai berlambang pohon beringin tersebut.
Bagi Golkar, bergabungnya Andi Sudirman tentu berpotensi memperkuat hubungan partai dengan salah satu figur penting di Sulawesi Selatan. Namun, ajakan tersebut belum menjadi penanda bahwa sang gubernur telah menentukan pilihan politiknya.

Posisi Andi Sudirman sebagai kepala daerah membuat arah politiknya menjadi perhatian dalam dinamika perpolitikan Sulsel. Respons terhadap ajakan Sarmuji pun dinantikan untuk melihat apakah komunikasi tersebut akan berlanjut menjadi langkah politik yang lebih konkret.
Ajakan itu juga hadir di tengah upaya konsolidasi Partai Golkar Sulsel di bawah kepemimpinan Ilham Arief Sirajuddin. Pelantikan pengurus DPD menjadi momentum untuk memperkuat organisasi sekaligus membangun komunikasi dengan tokoh-tokoh strategis di daerah.
Meski Sarmuji telah menyampaikan ajakan secara terbuka, keputusan tetap berada di tangan Andi Sudirman. Apakah Gubernur Sulsel akan menerima rayuan politik tersebut atau memilih tetap berada di jalur politiknya saat ini, masih menunggu pernyataan resmi yang bersangkutan. (Y5l)













