MAKASSAR—Pemerintah pusat mulai menerapkan langkah efisiensi anggaran di tengah tekanan ekonomi global dan kenaikan harga minyak dunia. Salah satu opsi yang disiapkan yakni skema Work From Home (WFH) untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Ketua DPW Partai Perindo Sulawesi Selatan, Abdul Hayat Gani, mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak mengganggu program Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS). Ia menilai bantuan itu tetap krusial sebagai penopang daya beli masyarakat.
“Kita sama-sama menyadari di tengah tekanan perekonomian global, semua negara mulai menyiapkan langkah-langkah strategis. Salah satu langkah yang kita apresiasi di Indonesia karena bergerak cepat memastikan anggaran lebih tepat sasaran melalui efisiensi. Tapi untuk BLTS kita berharap tetap jadi prioritas,” ujar Abdul Hayat dalam keterangan tertulis kepada Mediasulsel.com, Kamis (26/3/2026).
Ia menyebut keberlanjutan BLTS menjadi bantalan penting bagi masyarakat rentan, terutama dalam menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga. Program tersebut tidak hanya berfungsi sebagai bantuan langsung, tetapi juga memiliki sejumlah skema pemberdayaan.
“BLTS ini kan penyokong terhadap warga yang berhak menerima. Ini sangat membantu masyarakat kita apalagi di tengah tekanan perekonomian saat ini. Oleh karena itu, mereka yang berhak menerima BLTS kita berharap tidak hanya prioritas tapi juga tepat sasaran,” tuturnya.
Abdul Hayat menjelaskan, BLTS mencakup berbagai aspek, mulai dari penanggulangan kemiskinan, pengurangan beban masyarakat, peningkatan pendapatan melalui kelompok usaha bersama, hingga edukasi dan pemberdayaan.
Mantan Sekda Sulsel itu juga meminta pemerintah memastikan distribusi bantuan sosial tetap berjalan optimal. Efisiensi anggaran, kata dia, tidak semestinya mengurangi perlindungan bagi kelompok masyarakat rentan. (*)













