PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Perang Hotel di Makassar Makin Panas, Artha Kencana Ganti Bendera Jadi Horison InnDari Balik Lapas Polewali, WBP Dibekali Jalan Baru Jadi Pekerja MigranAppi Siapkan Ranch Sapi di TPA Tamangapa, Akhiri Sapi Makan SampahNurma Ditahan, TS Dilepas: Kasus Dugaan Pengeroyokan di Tamalanrea DipertanyakanGedung Pemuda Toraja Utara Tak Lagi Sekadar Tempat Rapat, Kini Jadi Ruang Bisnis Anak MudaBupati Pangkep Bidik Ratusan Ribu Ton Garam, 700 Hektare Lahan Masih MenganggurPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Perang Hotel di Makassar Makin Panas, Artha Kencana Ganti Bendera Jadi Horison InnDari Balik Lapas Polewali, WBP Dibekali Jalan Baru Jadi Pekerja MigranAppi Siapkan Ranch Sapi di TPA Tamangapa, Akhiri Sapi Makan SampahNurma Ditahan, TS Dilepas: Kasus Dugaan Pengeroyokan di Tamalanrea DipertanyakanGedung Pemuda Toraja Utara Tak Lagi Sekadar Tempat Rapat, Kini Jadi Ruang Bisnis Anak MudaBupati Pangkep Bidik Ratusan Ribu Ton Garam, 700 Hektare Lahan Masih Menganggur
Nasional

PLN dan Pemerintah Resmikan 47 PLTS, Dorong Pemerataan Energi Bersih hingga Pelosok Negeri

1454
×

PLN dan Pemerintah Resmikan 47 PLTS, Dorong Pemerataan Energi Bersih hingga Pelosok Negeri

Sebarkan artikel ini
PLN dan Pemerintah Resmikan 47 PLTS, Dorong Pemerataan Energi Bersih hingga Pelosok Negeri
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan bahwa pengembangan energi surya memiliki peran krusial dalam menjangkau wilayah yang selama ini belum teraliri listrik secara optimal, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

JAKARTA—Pemerintah Indonesia terus melangkah maju dalam pemerataan akses energi di seluruh penjuru negeri dengan mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Terbaru, sebanyak 47 PLTS resmi beroperasi di 47 desa pada 11 provinsi, hasil sinergi antara pemerintah, PT PLN (Persero), dan mitra swasta.

Peresmian ini menjadi bagian dari 55 proyek energi baru terbarukan (EBT) yang dipusatkan di PLTP Ijen, Bondowoso, Jawa Timur, dan diresmikan langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, Kamis (26/6/2025).

Presiden menegaskan pentingnya energi surya sebagai solusi pemerataan listrik di wilayah-wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang selama ini belum teraliri listrik secara optimal.

“Dengan tenaga surya, setiap desa, kecamatan, hingga pulau terpencil bisa swasembada energi. Bahkan desa-desa di pegunungan kini bisa punya akses listrik,” ujar Presiden Prabowo.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi seluruh pihak dalam proyek ini. Menurutnya, pengembangan energi bersih tak hanya soal swasembada, tapi juga bagian dari upaya Indonesia mencapai target Net Zero Emissions pada 2060.

“Kita ingin menjadi negara yang tepat waktu menuju nol emisi karbon. Tapi lebih dari itu, ini soal efisiensi, mengurangi beban logistik, dan memastikan semua warga merasakan keadilan energi,” tegasnya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, turut menegaskan bahwa PLTS akan menjadi tulang punggung percepatan elektrifikasi desa yang belum terjangkau jaringan PLN.

“Dalam 4-5 tahun ke depan, insyaallah desa-desa yang masih gelap akan dialiri listrik lewat PLTS. Ini bentuk nyata pemerataan dan keadilan sosial,” ujar Bahlil.

Dukungan penuh juga datang dari PLN. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyebut proyek ini sebagai momentum gotong royong nasional dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri energi dan ramah lingkungan.

“PLTS ini bukan sekadar menyalakan lampu, tapi menghadirkan kehidupan baru. Anak-anak bisa belajar lebih lama, layanan kesehatan berjalan lebih optimal, dan UMKM desa bisa berkembang. Ini wajah nyata keadilan energi,” jelas Darmawan.

Sebanyak 47 PLTS yang diresmikan kali ini memiliki total kapasitas 27,8 megawatt (MW) dan memberi akses listrik untuk 5.383 rumah tangga yang tersebar di 47 desa pada 11 provinsi. Ini menjadi langkah signifikan dalam mendongkrak rasio elektrifikasi nasional, khususnya di wilayah terpencil yang sebelumnya mengandalkan lampu minyak dan genset.

“PLN siap mendukung penuh visi Presiden menuju masa depan energi yang bersih, hijau, dan inklusif. Kami percaya, energi bersih adalah kunci kemandirian bangsa,” pungkas Darmawan. (70n/Ag4ys/4dv)

PLN dan Pemerintah Resmikan 47 PLTS, Dorong Pemerataan Energi Bersih hingga Pelosok Negeri
Tampilan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Lipang berkapasitas 13 kilowatt peak (MWp) yang terletak di Kecamatan Kendahe, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Pembangkit PLN ini menjadi salah satu yang PLTS yang diresmikan oleh Presiden Prabowo pada Kamis (28/6).

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com