GOWA—Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 2 Tamallayang menggelar sosialisasi bertema “Kita Keren Tanpa Membully” di SDI Bontonompo, Rabu (13/8/2025). Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00–12.00 WITA ini diikuti 33 siswa kelas VI.
Acara dibuka dengan ice breaking yang dipandu Ahmad Fauzy Amdar untuk mencairkan suasana. Melalui permainan ringan dan lucu, peserta dibuat rileks sebelum menerima materi.
Materi utama disampaikan Alif Revka Mahesa, membahas pengertian, bentuk, dan contoh bullying, beserta dampak negatif dan cara mencegahnya. Untuk memperjelas, mahasiswa KKN mempraktikkan adegan perundungan yang kerap terjadi di sekolah, seperti mengejek, mendorong, atau mengucilkan teman.
Alif juga mengajarkan langkah yang bisa dilakukan ketika melihat teman menjadi korban bullying, mulai dari memberi dukungan, melapor pada guru, hingga mengajak pelaku berdialog.
“Kita semua punya cara untuk terlihat keren, tapi membully bukan salah satunya. Menghargai teman justru membuat kita lebih dihormati,” tegas Alif.
“Kalau ada teman yang dibully, jangan diam. Dekati, beri semangat, dan laporkan pada guru atau orang yang kalian percaya,” tambahnya.
Sesi dilanjutkan dengan sharing session oleh Nurinayah Dzakiyah. Siswa diminta menuliskan bagian tubuh yang pernah sakit saat mengalami bullying di kertas sticky note, lalu menempelkannya pada papan bergambar ilustrasi tubuh laki-laki dan perempuan.
Suasana kelas berubah hening, beberapa siswa bahkan menangis. Momen ini menyadarkan peserta bahwa bullying bukan sekadar candaan yang bisa dilupakan.
Salah satu siswa berinisial IA mengungkapkan bahwa ia sering sakit hati ketika teman-temannya menyanyikan lagu “korban perceraian” kepadanya. Meski dianggap lelucon, hal itu sangat melukai perasaannya.
Kegiatan ditutup dengan pesan moral dari Alif bahwa menjadi keren bukan berarti merendahkan orang lain, melainkan menghargai dan mendukung teman. Mahasiswa KKN berharap sosialisasi ini dapat menumbuhkan kesadaran untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah bagi semua. (MP/Ag4ys)
Citizen Reporter: Tri Widiyarti (Mahasiswa Fak. Dakwah & Komunikasi UINAM)













