WAJO—Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 78 Posko 8 Desa Abbanuangnge, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo, menggelar kajian akbar keagamaan pada Kamis malam, (14/5/2026) ba’da Magrib.
Kegiatan yang dipusatkan di Desa Abbanuangnge itu mendapat antusias tinggi dari masyarakat dan menjadi salah satu program kerja bidang keagamaan mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar.
Dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan penceramah, Irvan Jaya, yang membawakan tausiyah bertema zakat dan kepedulian sosial dalam kehidupan umat Islam.
Pada ceramahnya, Ustad Irvan Jaya menjelaskan berbagai aspek zakat, mulai dari pengertian, hukum, tata cara pembagian, hingga pentingnya zakat sebagai instrumen pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa zakat merupakan kewajiban bagi umat Islam yang mampu sekaligus bentuk kepedulian terhadap sesama, khususnya masyarakat yang membutuhkan.
Tak hanya membahas zakat fitrah dan zakat mal, ia juga mengulas mekanisme zakat pertanian yang dinilai relevan dengan kondisi masyarakat Desa Abbanuangnge yang mayoritas berprofesi sebagai petani.
Menurutnya, pemahaman mengenai golongan penerima zakat sangat penting agar penyaluran zakat dapat tepat sasaran sesuai syariat Islam dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat yang berhak menerima.
Kajian akbar tersebut turut dihadiri masyarakat, tokoh agama, aparat desa, serta mahasiswa KKN Angkatan 78. Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, sekaligus menjadi ruang silaturahmi antara mahasiswa dan warga setempat.
Koordinator Posko 8 mengatakan kegiatan itu merupakan bagian dari program kerja keagamaan yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terkait ajaran Islam, khususnya mengenai zakat dan kepedulian sosial.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekaligus mempererat hubungan emosional dengan warga Desa Abbanuangnge selama masa pengabdian berlangsung. (Cr/Ag4ys)

Citizen Reporter: Helmy Ahmed (Mahasiswa Fak. Sains dan Teknologi UINAM)
Artikel ini ditulis oleh Citizen Reporter. Isi dan gaya penulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi hanya melakukan penyuntingan seperlunya tanpa mengubah substansi.













