PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Sumbangan Gau Maraja Diduga Masuk Rekening Pribadi Kasi Umum Kecamatan Bontocani102 Siswa Baru SMK Kehutanan Negeri Makassar Dikukuhkan, Siap Jadi Rimbawan MudaRotasi Besar Kapolres Sulsel: 5 Kursi Berganti, Ini Daftar Komandan BaruLurah Bontoa Antar Langsung Bantuan Beras CPP ke Warga Sakit dan DisabilitasTambak Warga Ditimbun untuk Akses Pelabuhan Tonra, Ganti Rugi DipertanyakanMakassar Perkuat Kemitraan dengan Enrekang untuk Jaga Pasokan Pangan dan Stabilkan HargaPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Sumbangan Gau Maraja Diduga Masuk Rekening Pribadi Kasi Umum Kecamatan Bontocani102 Siswa Baru SMK Kehutanan Negeri Makassar Dikukuhkan, Siap Jadi Rimbawan MudaRotasi Besar Kapolres Sulsel: 5 Kursi Berganti, Ini Daftar Komandan BaruLurah Bontoa Antar Langsung Bantuan Beras CPP ke Warga Sakit dan DisabilitasTambak Warga Ditimbun untuk Akses Pelabuhan Tonra, Ganti Rugi DipertanyakanMakassar Perkuat Kemitraan dengan Enrekang untuk Jaga Pasokan Pangan dan Stabilkan Harga
Opini

Normalisasi Dengan Israel, Perangkap Geopolitik AS Di Tengah Krisis Gaza

324
×

Normalisasi Dengan Israel, Perangkap Geopolitik AS Di Tengah Krisis Gaza

Sebarkan artikel ini
Ma’wah (Aktivis Muslimah)
Ma’wah (Aktivis Muslimah)

OPINI—Hubungan Ankara–Tel Aviv kembali memanas setelah pemerintah Turki mengumumkan penerbitan surat penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan sejumlah pejabat senior Israel atas dugaan kejahatan perang di Gaza.

Langkah ini memantik gelombang reaksi internasional dan membuka kembali perdebatan mengenai konsistensi negara-negara Muslim dalam menyikapi agresi Israel.

Di saat ketegangan meningkat, Presiden Amerika Serikat Donald Trump justru mengumumkan bahwa Kazakhstan akan ikut bergabung dalam gelombang normalisasi hubungan dengan Israel.

Langkah ini mengikuti jejak negara-negara yang sejak 2020 telah menandatangani Abraham Accords, termasuk Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Maroko.

Normalisasi tersebut digadang-gadang sebagai terobosan diplomatik, namun dalam praktiknya sering dipandang hanya menguntungkan agenda geopolitik AS dan Israel.

Faktanya, sejumlah negara Arab terus menjalin hubungan dagang dan diplomatik dengan Israel. Mesir, Yordania, Bahrain, UEA, hingga Turki memiliki kanal kerja sama terbuka maupun terselubung.

Turki bahkan menjadi jalur strategis bagi beberapa komoditas, termasuk komponen pertahanan yang terhubung dengan negara Barat dan Israel. Retorika keras Ankara tidak sepenuhnya menghapus realitas hubungan ekonomi dan energi yang tetap berjalan di belakang layar.

Kritik pun bermunculan dari berbagai pihak, termasuk Hamas, yang menilai normalisasi ini hanya memperkuat status quo pendudukan Israel dengan meredam tekanan internasional. Dalam situasi krisis kemanusiaan yang berkepanjangan, strategi diplomatik tersebut dinilai tidak memberikan dampak signifikan bagi rakyat Palestina.

Meski banyak negara Muslim menentang agresi Israel secara verbal, beberapa tindakan mereka menunjukkan ketergantungan pada kepentingan geopolitik Barat.

Turki misalnya, selain menjadi satu-satunya negara Muslim anggota NATO, juga menandatangani berbagai perjanjian kerja sama dengan Israel. Hal ini menunjukkan betapa rumitnya dinamika politik regional, di mana kepentingan ekonomi kerap mengalahkan solidaritas kemanusiaan.

Akibatnya, meskipun gencatan senjata sesekali disepakati dan beberapa negara telah mengakui Palestina sebagai negara merdeka, kondisi nyata di lapangan masih jauh dari membaik. Batasan akses terhadap bantuan, pangan, air, dan listrik terus menambah penderitaan warga Gaza. Sementara itu, dunia Islam terlihat terpecah tanpa sikap kolektif yang kuat.

Selama para pemimpin negara-negara Muslim tetap terikat pada kepentingan blok Barat dan terjebak dalam politik nasionalisme sempit, penyelesaian konflik Palestina–Israel akan selalu menemui jalan buntu. Justru keterpecahan ini yang dianggap memperkuat posisi Israel di kawasan.

Dari sudut pandang penulis, dunia Islam membutuhkan kepemimpinan bersama yang berpegang pada nilai keadilan, persatuan, dan ajaran Islam.

Dalam berbagai wacana keagamaan klasik, konsep kepemimpinan tunggal atau khilafah kerap dipandang sebagai solusi ideal untuk menyatukan umat serta memperjuangkan hak-hak mereka melalui mekanisme politik yang sah, bukan melalui kekerasan.

Seruan ini bukanlah ajakan pada konfrontasi fisik, tetapi dorongan agar negara-negara Muslim memikirkan kembali posisi mereka dalam percaturan global—beranjak dari reaksi simbolik menuju langkah kolektif yang strategis, diplomatis, dan bermartabat.

Krisis Gaza telah berlangsung terlalu lama. Dibutuhkan keberanian politik, persatuan visi, dan kepemimpinan yang berpihak pada kemanusiaan untuk benar-benar mengakhiri penderitaan rakyat Palestina. (*)

Wallahu a‘lam.


Penulis:
Ma’wah
(Aktivis Muslimah)

Disclaimer:
Setiap opini, artikel, informasi, maupun berupa teks, gambar, suara, video, dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab masing-masing individu, dan bukan tanggung jawab Mediasulsel.com.

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com