PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Mulai Januari 2027, PPPK Penuh Waktu Didorong Jadi ASN Lewat Tes KompetensiOlympic of Statistics 2026 UNM Resmi Ditutup, Mahasiswa Sejumlah Kampus Bersaing di Ajang Statistik NasionalKapolri Dorong Polwan Indonesia Naik Kelas di Forum IAWP, Diikuti 43 NegaraRp130,4 Juta Digelontorkan untuk Pemuda Pangkep, KHDTK Tabo-Tabo Disiapkan Jadi Sentra EkowisataDPRD Makassar Dorong GERMAS dan Kesadaran Kesehatan Mental di Tengah MasyarakatMunafri Ajak Muslimat NU Makassar Kolaborasi dengan Dewan Lingkungan Atasi SampahPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Mulai Januari 2027, PPPK Penuh Waktu Didorong Jadi ASN Lewat Tes KompetensiOlympic of Statistics 2026 UNM Resmi Ditutup, Mahasiswa Sejumlah Kampus Bersaing di Ajang Statistik NasionalKapolri Dorong Polwan Indonesia Naik Kelas di Forum IAWP, Diikuti 43 NegaraRp130,4 Juta Digelontorkan untuk Pemuda Pangkep, KHDTK Tabo-Tabo Disiapkan Jadi Sentra EkowisataDPRD Makassar Dorong GERMAS dan Kesadaran Kesehatan Mental di Tengah MasyarakatMunafri Ajak Muslimat NU Makassar Kolaborasi dengan Dewan Lingkungan Atasi Sampah
Makassar

Pria Riwayat Gangguan Jiwa di Manggala, Ditemukan Tewas dengan Leher Terlilit Tali

702
×

Pria Riwayat Gangguan Jiwa di Manggala, Ditemukan Tewas dengan Leher Terlilit Tali

Sebarkan artikel ini
Pria Riwayat Gangguan Jiwa di Manggala, Ditemukan Tewas dengan Leher Terlilit Tali
Seorang pria berinisial MAR (26) ditemukan tewas di rumahnya di sebuah kompleks perumahan di Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Makassar, Selasa (18/11/2025) sekitar pukul 23.10 WITA. Korban ditemukan tergeletak dengan lilitan tali tambang di leher.

MAKASSAR—Seorang pria berinisial MAR (26) ditemukan tewas di rumahnya di sebuah kompleks perumahan di Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Makassar, Selasa (18/11/2025) sekitar pukul 23.10 WITA. Korban ditemukan tergeletak dengan lilitan tali tambang di leher.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh istrinya, NH. Saat itu, ia berada di dalam kamar dan baru menyadari kondisi suaminya setelah sekitar 30 menit sejak MAR keluar kamar.

Saat mencari, NH menemukan suaminya sudah tersungkur dengan tali tambang di leher dan sebuah kursi berada tak jauh dari tubuh korban. NH sempat berusaha memberi pertolongan, namun MAR sudah tidak bernyawa.

Ibu korban, RI, dan adik korban, HA, langsung naik ke lantai dua setelah menerima kabar dari NH untuk memastikan kondisi MAR.

Keluarga menyebut MAR memiliki riwayat gangguan mental, di antaranya bipolar dengan gejala psikotik serta skizofrenia. Ia juga diketahui beberapa kali mencoba bunuh diri dan kerap mengungkapkan keinginan mengakhiri hidup akibat kondisi yang dialaminya.

Bahkan, beberapa hari sebelum kejadian, MAR sempat memesan tali tambang secara online, yang diduga kuat digunakan dalam insiden ini.

Menerima laporan warga, Piket SPK-T Polsek Manggala bersama Piket Fungsi di bawah pimpinan Pawas IPDA Muhli Yasbar mendatangi lokasi. Petugas kemudian mengamankan area dan menghubungi Tim INAFIS Polrestabes Makassar untuk melakukan olah TKP.

Keluarga menyatakan menolak visum maupun autopsi, dan memilih membawa jenazah untuk disemayamkan di rumah orang tua.

Hasil pemeriksaan TKP oleh INAFIS tidak menemukan tanda-tanda kekerasan lain yang mengarah pada tindak pidana. Berdasarkan posisi tubuh korban, keberadaan kursi, serta riwayat kesehatan yang dimiliki, polisi menyimpulkan kejadian ini mengarah pada dugaan bunuh diri.

Petugas meninggalkan lokasi sekitar pukul 01.10 WITA setelah memastikan situasi aman dan kondusif. (4r5/Ag4ys)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com