Advertisement - Scroll ke atas
Jawa TengahMedia Kampus

Kolaborasi Dosen Pendidikan dan Kesehatan Hadirkan Inovasi SOP Berbasis HKI, Diterapkan di SDN Surakarta

770
×

Kolaborasi Dosen Pendidikan dan Kesehatan Hadirkan Inovasi SOP Berbasis HKI, Diterapkan di SDN Surakarta

Sebarkan artikel ini
Kolaborasi Dosen Pendidikan dan Kesehatan Hadirkan Inovasi SOP Berbasis HKI, Diterapkan di SDN Surakarta
Kolaborasi lintas disiplin antara dosen bidang pendidikan dan dosen spesialis medikal bedah melahirkan inovasi Standar Operasional Prosedur (SOP) berbasis Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang telah diterapkan langsung di Sekolah Dasar Negeri di Kota Surakarta, Jawa Tengah.

SURAKARTA—Kolaborasi lintas disiplin antara dosen bidang pendidikan dan dosen spesialis medikal bedah melahirkan inovasi Standar Operasional Prosedur (SOP) berbasis Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang telah diterapkan langsung di Sekolah Dasar Negeri di Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Inovasi ini mengintegrasikan pendekatan kesehatan dan pendidikan secara aplikatif di lingkungan sekolah dasar serta telah diperkenalkan dalam forum internasional.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Inovasi tersebut dirilis pada Minggu (7/12) dengan judul SOP Inovasi Pengembangan School Health Literacy Tool-Kit untuk Sekolah Dasar. SOP ini dinilai memiliki tingkat kebaruan yang kuat karena menggabungkan penguatan literasi kesehatan dengan praktik pendidikan yang mudah diterapkan oleh guru dan tenaga kependidikan.

SOP berbasis HKI ini dikembangkan oleh Dr. Elinda Rizkasari, S.Pd., M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, bersama Prima Trisna Aji, dosen Program Studi Spesialis Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang.

Dr. Elinda Rizkasari menyampaikan bahwa inovasi SOP tersebut lahir dari kebutuhan nyata di sekolah dasar terkait penguatan layanan kesehatan yang edukatif, terstruktur, dan mudah diimplementasikan. Ia menegaskan bahwa kolaborasi dua bidang keilmuan yang berbeda justru menjadi kekuatan utama dalam pengembangan inovasi ini.

“Inovasi SOP ini merupakan salah satu inovasi pengembangan dari kolaborasi bidang pendidikan dan kesehatan. Kami tidak hanya berhenti pada tataran konsep, tetapi sudah menerapkannya langsung di sekolah dasar negeri di Surakarta. Ke depan, inovasi ini akan terus dikembangkan agar dapat diterapkan lebih luas,” ujar Dr. Elinda.

Ia menambahkan, keberadaan SOP yang terstandar dan dilindungi HKI penting untuk memastikan praktik kesehatan di sekolah berjalan sistematis, aman, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat literasi kesehatan sejak usia dini.

Sementara itu, Prima Trisna Aji mengungkapkan rasa syukur atas terselesaikannya pengembangan inovasi SOP tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas disiplin menjadi kunci dalam menghadirkan inovasi yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Kami bersyukur inovasi SOP ini dapat diselesaikan dengan baik dan memberikan manfaat nyata. Inovasi ini juga telah dipresentasikan pada seminar internasional di Malaysia dan mendapat respons positif karena menggabungkan keilmuan kesehatan klinis dengan pendekatan pendidikan,” kata Prima.

Ia menjelaskan, keterlibatan dosen spesialis medikal bedah memastikan SOP yang disusun memiliki dasar ilmiah dan klinis yang kuat, namun tetap disesuaikan dengan konteks serta kebutuhan sekolah dasar.

Inovasi SOP berbasis HKI ini tidak hanya diterapkan di tingkat lokal, tetapi juga telah diperkenalkan dalam forum internasional. Hal tersebut menunjukkan relevansi gagasan ini dalam penguatan promosi dan pencegahan kesehatan berbasis sekolah. Para pengembang berharap inovasi ini dapat menjadi model nasional dalam membangun sinergi antara sektor pendidikan dan kesehatan.

Kolaborasi tersebut sekaligus menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi yang aplikatif dan berkelanjutan. Melalui pengembangan SOP berbasis HKI, dosen dari dua disiplin ilmu berhasil menawarkan solusi konkret untuk memperkuat layanan kesehatan di sekolah serta mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan peserta didik sejak usia dini. (*)

error: Content is protected !!