MAKASSAR—Komisi III DPRD Kota Gorontalo melakukan kunjungan studi tiru ke Perumda Pasar Makassar Raya untuk mempelajari sistem pengelolaan pasar tradisional yang dinilai mampu mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung berbagai program dan sistem yang diterapkan Perumda Pasar Makassar, mulai dari penataan pasar hingga pengelolaan retribusi yang berkontribusi terhadap pendapatan daerah.
Anggota Komisi III DPRD Kota Gorontalo, Husain Hasan, mengatakan pihaknya datang untuk mempelajari perkembangan pengelolaan pasar yang dijalankan perusahaan daerah tersebut.
“Kunjungan kami ke PD Pasar—yang sekarang sudah menjadi Perumda—untuk melihat sejauh mana perkembangan kegiatan maupun program yang dijalankan. Kami mendapatkan banyak informasi, mulai dari penataan pasar hingga pengelolaan retribusi yang menghasilkan PAD cukup luar biasa,” ujarnya.
Ia menilai sejumlah sistem yang diterapkan di Perumda Pasar Makassar dapat menjadi referensi bagi Pemerintah Kota Gorontalo dalam mengelola pasar tradisional agar lebih tertata sekaligus meningkatkan pendapatan daerah.
Menurutnya, salah satu hal yang menarik adalah pengelolaan sumber daya manusia yang melibatkan masyarakat umum sebagai tenaga kerja, bukan hanya aparatur sipil negara (ASN).
“Saya salut dengan Perumda yang mempekerjakan masyarakat umum, bukan dari PNS. Ini sangat membantu masyarakat sekaligus memberi kontribusi bagi daerah,” katanya.
Husain juga mengungkapkan bahwa kunjungan ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan oleh pihaknya. Kunjungan pertama berlangsung sebelum masa pandemi COVID-19.
Ia melihat adanya perkembangan signifikan dalam pengelolaan Perumda Pasar Makassar meski sempat menghadapi tantangan dalam beberapa tahun terakhir.
“Tadi Pak Direktur juga menyampaikan bahwa dalam dua tahun terakhir sempat mengalami kerugian, namun perlahan mulai membaik. Saya melihat perkembangan ini luar biasa,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Pasar Makassar, Ali Gauli Arief, menyampaikan apresiasi atas kunjungan DPRD Kota Gorontalo yang menjadikan Perumda Pasar Makassar sebagai referensi pengelolaan pasar tradisional.
“Kami berterima kasih atas kunjungan ini dan merasa tersanjung atas kepercayaan yang diberikan kepada perusahaan kami sebagai objek studi tiru dalam pengelolaan pasar tradisional,” ungkapnya.
Dalam pertemuan tersebut, rombongan DPRD Kota Gorontalo juga menerima pemaparan mengenai sistem pengelolaan pasar, strategi penataan pedagang, hingga mekanisme pengelolaan retribusi pasar yang diterapkan oleh Perumda Pasar Makassar.
Kegiatan ini turut didampingi oleh jajaran Kepala Bagian dan Kepala Sub Bagian di lingkungan Perumda Pasar Makassar. (70n)













