MAKASSAR—Komisi A DPRD Kota Makassar mulai mengencangkan fungsi pengawasannya. Dalam rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Triwulan I bersama camat dan lurah se-Kota Makassar, kinerja aparatur wilayah disorot tajam, terutama terkait lambannya realisasi anggaran dan program di awal tahun.
Rapat yang digelar di kantor sementara DPRD itu memaksa seluruh perwakilan kecamatan membeberkan progres kerja mereka. Hasilnya, mayoritas capaian masih berada di fase awal, jauh dari ekspektasi target tahunan.
Komisi A menilai kondisi ini tak bisa dibiarkan berlarut. Keterlambatan di triwulan pertama dinilai berpotensi mengganggu keseluruhan serapan anggaran dan efektivitas program pembangunan di tingkat kecamatan.
“Percepatan harus segera dilakukan. Jangan sampai penumpukan kegiatan terjadi di akhir tahun,” menjadi penegasan dalam forum tersebut.
Tak hanya soal anggaran, Komisi A juga mengkritik kinerja pelayanan publik yang dinilai belum optimal. Aparatur kecamatan diminta memperkuat koordinasi, meningkatkan transparansi, serta memastikan program benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat.
Monev ini sekaligus menjadi alarm bagi pemerintah wilayah. DPRD memastikan hasil evaluasi tersebut akan bermuara pada rekomendasi konkret, termasuk potensi penyesuaian kebijakan jika kinerja tak kunjung membaik. (Ag4ys/4dv)













