JENEPONTO—Upacara bendera pada setiap hari Senin, sudah menjadi rutinitas bagi seluruh instansi pemerintah daerah maupun sekolah di jajaran Pemerintah Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, dan Indonesia pada umumnya.
Seperti halnya di Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, yang mana saat upacara bendera, Lurah Bontoa, Saharullah S, didaulat jadi Inspektur Upacara (Irup) oleh Camat Binamu, Rizal HM.
Upacara bendera di Halaman Kantor Camat Binamu, Senin (13/4/2026), selain Camat Binamu, Rizal HM, hadir pula para Lurah dan Kapus, staf Kecamatan Binamu, dan aparat Kelurahan se-Kecamatan Binamu.
Dalam kesempatan ini, Lurah Bontoa, Saharullah menyampaikan, agar tetap peduli mengulurkan tangan membantu ketika ada warga yang terkena musibah khususnya di wilayah Kecamatan Binamu, maupun wilayah Kabupaten Jeneponto pada umumnya.
“Saya mengajak semua lurah se-Kecamatan Binamu, seumpama tidak diminta-minta apabila ada korban bencana kebakaran ataupun terkena musibah apapun itu bentuknya, agar supaya dimintakan sumbangan ke warga masing-masing dengan cara seikhlasnya,” kata Lurah Bontoa, Saharullah.
Menurutnya, jangan dilihat dari berapa besar nilainya akan tetapi niatnya itu untuk membantu paling utama. Karena seribu saja dikali banyak warga yang berpartisipasi membantu itu dapat meringankan beban bagi mereka yang terkena musibah.
“Seribu saja perorang dikali banyak, Insya Allah akan sangat membantu korban tersebut,” kata Lurah Bontoa, Saharullah kepada mediasulsel.com, sesuai apa yang ia sampaikan saat jadi Inspektur Upacara di Kantor Camat Binamu.
Lanjut Saharullah, Sebenarnya ia juga sangat menginginkan, agar yang berwenang memverifikasi data penerima Bantuan Pangan Beras atau Bansos Beras untuk dilakukan perbaikan data penerima, sehingga bantuan tepat sasaran kepada yang betul-betul berhak menerimanya.
“Saya pribadi sangat berharap dilakukan verifikasi perbaikan data penerima Bantuan Pangan Beras atau Bansos Beras. Soalnya sekarang sudah banyak sebenarnya yang tidak layak lagi menerima bantuan itu tapi masih ada datanya turun, padahal mereka sudah memiliki kendaraan roda empat ataupun kendaraan roda dua lebih dari satu unit,” ungkapnya. (*)














