MAKASSAR—Korps Sukarela Palang Merah Indonesia Universitas Hasanuddin (KSR PMI Unhas) menggelar pendidikan khusus kebencanaan guna meningkatkan kesiapsiagaan relawan, khususnya dalam penanganan bencana wilayah pesisir dan perairan (water rescue).
Sesuai keterangan tertulis yang diterima mediasulsel.com, Jumat (17/4/2025), kegiatan yang diinisiasi melalui Disaster Rescue Team (DRT) ini berhasil melahirkan 17 anggota potensi DRT yang resmi dilantik setelah melewati seluruh tahapan seleksi dan pelatihan.
Ketua Panitia, Aunurafiq Adam, menegaskan kegiatan ini tidak sekadar program kerja, tetapi menjadi ruang pembelajaran bagi relawan untuk terjun langsung dalam aksi kemanusiaan.
“Kegiatan ini menjadi wadah pengembangan bagi anggota potensi DRT agar siap menghadapi situasi darurat di lapangan,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan pada 22 Februari 2026 di Aula IPTEKS, yang dihadiri sejumlah instansi seperti BPBD Kota Makassar, Basarnas, Kodaeral VI Makassar, serta perwakilan UKM dan KSR perguruan tinggi se-Kota Makassar.
Selanjutnya, proses pendaftaran dan seleksi berlangsung pada 22 Februari hingga 12 Maret 2026, meliputi seleksi berkas, pemeriksaan kesehatan, dan wawancara. Dari 23 pendaftar, sebanyak 22 peserta dinyatakan lolos ke tahap berikutnya.
Peserta kemudian mengikuti pelatihan indoor selama empat hari pada 2–5 April 2026, yang diisi dengan materi dan praktik langsung dari para pemateri profesional. Materi yang diberikan meliputi tanggap darurat bencana oleh BPBD, Psychological Support Program (PSP), assessment dan pertolongan pertama oleh PMI, hingga teknik dasar menyelam oleh Kodaeral VI.
Selain itu, peserta juga dibekali kemampuan search and rescue (SAR), personal safety, water rescue, serta pengoperasian perahu dan manuver yang dipandu oleh Basarnas.
Salah satu peserta, Andi Reski Auliyah, mengaku mendapatkan pengalaman berharga dari kegiatan tersebut.
“Kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung menghadapi kondisi darurat, sehingga sangat membantu dalam memahami situasi di lapangan,” katanya.
Sebagai puncak kegiatan, pelantikan anggota potensi DRT dilaksanakan di Pantai Tanjung Bayang pada 5 April 2026. Dari seluruh peserta, sebanyak 17 orang dinyatakan lulus dan resmi menjadi bagian dari tim.
Kegiatan kemudian ditutup pada 14 April 2026 di Lantai Dasar Rektorat Universitas Hasanuddin, ditandai dengan penyerahan sertifikat kepada peserta.
Koordinator Badan Pengawas Organisasi, Ritwan Sanda Padang, menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan awal dari tanggung jawab sebagai relawan kebencanaan.
“Ini bukan akhir, tetapi awal perjalanan sebagai bagian dari potensi DRT yang harus terus dilatih dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Sementara itu, mewakili Wakil Rektor Unhas bidang Kemahasiswaan, Muhammad Irdam Ferdiansyah, berharap tim yang terbentuk mampu berkontribusi aktif dalam misi kemanusiaan.
“Kami berharap tim ini dapat berkolaborasi lintas pihak agar memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat,” katanya.
Melalui kegiatan ini, KSR PMI Unhas menegaskan komitmennya dalam mencetak relawan mahasiswa yang sigap, terlatih, dan responsif, sekaligus menjadi garda terdepan dalam penanggulangan bencana di Indonesia. (Ag4ys)













