PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Sebelum OTT HGB, KPK Sudah Bongkar 8 Celah Korupsi ATR/BPNMakassar Borong Dua Penghargaan Kemendagri, Appi Bawa Pulang 300 Unit Bedah RumahDPRD Makassar Soroti Data Anggaran, Minta TAPD Tak Asal Ajukan ProgramMenkeu Berganti, Aras Soroti Batas Kewajaran APBN: Jangan Sampai Ambisi Lebih Besar dari Kemampuan FiskalPangkep Raih Rp1 Miliar, Layanan Kesehatan Antar Pemkab Yusran Lalogau Masuk Tiga Besar SulawesiFebrie Masuk Babak Baru, Mantan Jampidsus Segera Hadapi PersidanganPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Sebelum OTT HGB, KPK Sudah Bongkar 8 Celah Korupsi ATR/BPNMakassar Borong Dua Penghargaan Kemendagri, Appi Bawa Pulang 300 Unit Bedah RumahDPRD Makassar Soroti Data Anggaran, Minta TAPD Tak Asal Ajukan ProgramMenkeu Berganti, Aras Soroti Batas Kewajaran APBN: Jangan Sampai Ambisi Lebih Besar dari Kemampuan FiskalPangkep Raih Rp1 Miliar, Layanan Kesehatan Antar Pemkab Yusran Lalogau Masuk Tiga Besar SulawesiFebrie Masuk Babak Baru, Mantan Jampidsus Segera Hadapi Persidangan
Sulsel

Kemiskinan Sulsel Turun, Tapi Belum Merata: Sekda Warning Daerah “Zona Merah”

80
×

Kemiskinan Sulsel Turun, Tapi Belum Merata: Sekda Warning Daerah “Zona Merah”

Sebarkan artikel ini
Kemiskinan Sulsel Turun, Tapi Belum Merata: Sekda Warning Daerah “Zona Merah”
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menegaskan penanggulangan kemiskinan tak bisa lagi dilakukan secara parsial. Ia meminta seluruh pemerintah daerah fokus pada pendekatan terpadu berbasis data untuk menekan kesenjangan yang masih terjadi antarwilayah.

MAKASSAR—Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menegaskan penanggulangan kemiskinan tak bisa lagi dilakukan secara parsial. Ia meminta seluruh pemerintah daerah fokus pada pendekatan terpadu berbasis data untuk menekan kesenjangan yang masih terjadi antarwilayah.

Hal itu disampaikan saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Rencana Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2027 di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (20/4/2026).

“Pendekatan penanggulangan kemiskinan harus menyeluruh, terkoordinasi lintas sektor, dan berkelanjutan. Ini agenda strategis pembangunan daerah,” tegasnya.

Forum ini mengusung tema transformasi penanggulangan kemiskinan yang terintegrasi, inklusif, dan berkeadilan. Musrenbang tematik ini juga menjadi wadah menyatukan langkah lintas sektor agar intervensi kebijakan lebih tepat sasaran.

Jufri menjelaskan, arah kebijakan ini sejalan dengan target nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang menitikberatkan percepatan penurunan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel per 5 Februari 2026, tingkat kemiskinan Sulawesi Selatan pada 2025 tercatat 7,43 persen—lebih rendah dari angka nasional 8,25 persen. Angka ini juga turun 0,34 poin dibanding 2024 yang berada di 7,77 persen.

Meski tren menunjukkan penurunan, kesenjangan antarwilayah masih menjadi pekerjaan rumah. Sedikitnya delapan daerah tercatat memiliki tingkat kemiskinan di atas 10 persen, di antaranya Pangkep, Jeneponto, Luwu, Luwu Utara, Enrekang, Kepulauan Selayar, Tana Toraja, dan Toraja Utara.

Sebaliknya, daerah dengan tingkat kemiskinan terendah berada di Kota Makassar, Kota Parepare, Sidenreng Rappang, Luwu Timur, dan Wajo.

“Kondisi ini mengingatkan bahwa pembangunan tidak hanya harus tumbuh, tetapi juga merata. Daerah harus mampu mengidentifikasi faktor penyebab kemiskinan secara detail,” ujarnya.

Ia mendorong penguatan perencanaan berbasis data, termasuk pemetaan kantong kemiskinan secara spesifik. Integrasi program perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, serta peningkatan akses pendidikan dan kesehatan menjadi kunci intervensi.

Jufri berharap Musrenbang ini menghasilkan kebijakan yang lebih tajam dan berdampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Selatan. (Ag4ys)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com