PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Kementan Siapkan 2 Juta Hektare untuk Bioetanol, Target 8 Juta Lapangan KerjaDisperkim Makassar Dorong Warga Wujudkan Rumah Sehat hingga Tingkat RTKPK Kembali OTT Kepala Daerah, Bupati Bolmut DiamankanBansos Masuk Era Digital, Gus Ipul Kerahkan Tetangga Jadi Mata Data PemerintahKecamatan Manggala Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di BatuaAppi Minta Dunia Pendidikan Makassar Tak Gagap Hadapi Era AI, Karakter Tetap Jadi PeganganPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Kementan Siapkan 2 Juta Hektare untuk Bioetanol, Target 8 Juta Lapangan KerjaDisperkim Makassar Dorong Warga Wujudkan Rumah Sehat hingga Tingkat RTKPK Kembali OTT Kepala Daerah, Bupati Bolmut DiamankanBansos Masuk Era Digital, Gus Ipul Kerahkan Tetangga Jadi Mata Data PemerintahKecamatan Manggala Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di BatuaAppi Minta Dunia Pendidikan Makassar Tak Gagap Hadapi Era AI, Karakter Tetap Jadi Pegangan
Makassar

Wali Kota Makassar Ultimatum Sekolah, Larang Perpisahan Berbayar dan Ancam Copot Kepala Sekolah

107
×

Wali Kota Makassar Ultimatum Sekolah, Larang Perpisahan Berbayar dan Ancam Copot Kepala Sekolah

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Makassar Ultimatum Sekolah, Larang Perpisahan Berbayar dan Ancam Copot Kepala Sekolah
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.

MAKASSAR—Pemerintah Kota Makassar akhirnya bersikap tegas. Praktik perpisahan sekolah yang membebani orang tua kini jadi sorotan serius, bahkan berujung ultimatum keras dari Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.

Munafri menegaskan, seluruh sekolah negeri tingkat TK, SD, hingga SMP dilarang menggelar acara penamatan di luar sekolah jika berujung pada pungutan. Larangan ini bukan sekadar imbauan, melainkan perintah tegas yang disertai ancaman sanksi.

“Kalau masih ada yang nekat, sanksi menanti. Kepala sekolah bisa dicopot,” tegas Munafri, Selasa (21/4/2026).

Ia menilai, praktik perpisahan dengan dalih “ramah tamah” hingga euforia kelulusan kerap menjadi celah pungutan terselubung. Padahal, aturan larangan sudah lama diberlakukan dan diperkuat melalui edaran resmi Dinas Pendidikan Kota Makassar.

Munafri menegaskan, alasan keterbatasan anggaran tidak bisa dijadikan pembenaran. Sekolah diminta tidak memaksakan kegiatan seremonial yang justru membebani orang tua siswa.

“Kalau tidak ada biaya, tidak usah dipaksakan. Jangan jadikan orang tua sebagai sumber pendanaan,” ujarnya.

Pengecualian hanya diberikan jika seluruh biaya ditanggung pihak ketiga tanpa melibatkan iuran dalam bentuk apa pun. Di luar itu, semua bentuk pungutan dikategorikan pelanggaran.

Di sisi lain, Munafri mengingatkan adanya kesenjangan ekonomi di tengah masyarakat. Kebijakan perpisahan berbiaya dinilai berpotensi menimbulkan ketidakadilan, bahkan membuat siswa merasa tersisih.

“Tidak semua orang tua punya kemampuan yang sama. Jangan sampai ada anak merasa minder karena tidak bisa ikut,” tambahnya.

Untuk memastikan kebijakan berjalan efektif, pengawasan akan diperketat melalui Dinas Pendidikan. Pemerintah kota menutup celah sekecil apa pun terhadap praktik pungutan berkedok kegiatan sekolah.

Menariknya, peringatan ini juga dikaitkan dengan proses rotasi kepala sekolah yang sedang berlangsung. Munafri menegaskan, kepatuhan terhadap kebijakan menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian jabatan.

“Jangan sampai jabatan jadi taruhannya hanya karena kegiatan seperti ini,” katanya.

Tak hanya sekolah negeri, imbauan serupa juga ditujukan kepada sekolah swasta. Pemkot Makassar akan berkoordinasi dengan yayasan dan instansi terkait agar kebijakan ini tetap dipatuhi secara menyeluruh.

Munafri menutup dengan penegasan bahwa dunia pendidikan harus tetap berpihak pada masyarakat, bukan justru menambah beban ekonomi.

“Tidak boleh ada kebijakan sekolah yang memberatkan orang tua. Semua harus patuh,” kuncinya. (Ag4ys)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com