MAKASSAR—Investasi di Kota Makassar menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Nilainya tercatat mencapai Rp5,29 triliun atau meningkat sekitar 38,48 persen dibanding tahun 2024 yang berada di angka Rp3,82 triliun.
Lonjakan investasi tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap potensi ekonomi Makassar sebagai pusat pertumbuhan di kawasan timur Indonesia.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengungkapkan sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran menjadi penyumbang investasi terbesar. Sektor perdagangan dan reparasi, serta transportasi dan telekomunikasi juga ikut menopang pertumbuhan tersebut.
Menurutnya, tren investasi ini memperlihatkan kebutuhan terhadap pengembangan kawasan terpadu atau mixed-use yang mampu menggabungkan fungsi hunian, bisnis, hingga ruang komersial dalam satu area.
Munafri menilai pengembangan kawasan seperti Mal Ratu Indah menjadi relevan dengan arah pertumbuhan investasi di Makassar yang terus bergerak ke sektor properti dan layanan perkotaan.
Tak hanya berdampak pada pembangunan fisik, investasi yang masuk juga dinilai memberi efek langsung terhadap penyerapan tenaga kerja. Sepanjang 2025, puluhan ribu pekerja disebut telah terserap melalui berbagai proyek investasi.
Ia menegaskan, pembangunan kawasan mixed-use menjadi bagian dari visi besar Pemerintah Kota Makassar melalui konsep Makassar MULIA, yakni Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan.
Menurut Appi, proyek tersebut tidak sekadar menghadirkan ruang ekonomi baru, tetapi juga menjadi simbol modernisasi kota yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat urban.
Pemerintah Kota Makassar berharap setiap pembangunan tetap memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan tata ruang agar pertumbuhan investasi berjalan seimbang dengan kualitas hidup masyarakat.
Dengan dukungan investasi yang terus meningkat, kawasan terpadu di Makassar diharapkan dapat menjadi ikon baru kota sekaligus memperkuat daya saing Makassar di tingkat nasional maupun global. (Ag4ys)













