JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto menegaskan keberpihakan pemerintah terhadap pengemudi transportasi online dengan mendorong pembagian pendapatan yang lebih adil. Pesan itu disampaikan saat peringatan Hari Buruh Internasional di kawasan Monumen Nasional, Jumat (1/5/2026).
Di hadapan ribuan buruh, Prabowo menyoroti besarnya potongan yang selama ini dikenakan perusahaan aplikator kepada pengemudi ojol. Menurutnya, skema pembagian pendapatan harus lebih berpihak kepada pekerja yang setiap hari berada di jalan dan menghadapi risiko tinggi.
Presiden menilai potongan hingga 20 persen yang diterapkan aplikator terlalu besar. Ia bahkan secara terbuka meminta agar persentase tersebut ditekan hingga di bawah 10 persen demi menciptakan rasa keadilan bagi pengemudi.
“Yang bekerja keras itu ojol, yang menghadapi risiko juga ojol. Karena itu pembagian pendapatan harus lebih adil,” tegas Prabowo dalam pidatonya.
Komitmen tersebut diperkuat melalui kebijakan baru pemerintah lewat Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026. Regulasi ini dirancang untuk memperkuat perlindungan sosial bagi pekerja transportasi online sekaligus memperjelas hak-hak ekonomi mereka.
Dalam aturan tersebut, pemerintah menetapkan pengemudi transportasi online berhak memperoleh perlindungan jaminan kecelakaan kerja, akses layanan kesehatan melalui BPJS, serta skema asuransi yang lebih memadai.
Tak hanya itu, pemerintah juga mengubah proporsi pembagian pendapatan. Jika sebelumnya pengemudi menerima sekitar 80 persen dari tarif perjalanan, kini pemerintah menetapkan minimal 92 persen pendapatan harus menjadi hak pengemudi.
Langkah ini menjadi bagian dari agenda besar pemerintah untuk memperkuat kesejahteraan pekerja informal. Selain sektor transportasi online, pemerintah juga menyiapkan kebijakan kenaikan upah minimum, rumah subsidi bagi buruh, serta bonus hari raya bagi pengemudi dan kurir.
Pemerintah turut memberikan keringanan iuran jaminan sosial, termasuk potongan hingga 50 persen untuk perlindungan kecelakaan kerja dan jaminan kematian bagi pekerja bukan penerima upah.
Lewat momentum Hari Buruh Internasional, pemerintah ingin mengirim pesan bahwa negara hadir melindungi pekerja. Bagi Prabowo, pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya dinikmati pelaku usaha, tetapi juga harus dirasakan mereka yang bekerja langsung di lapangan. (Ag4ys)













