MAKASSAR—Dugaan kasus perundungan kembali mencuat di lingkungan sekolah. Kali ini, seorang siswa di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 23 Makassar berinisial AM (samaran) diduga menjadi korban pemukulan yang melibatkan dua siswa lain berinisial AG dan IB.
Kasus tersebut kini telah dilaporkan ke Polda Sulsel dan masih dalam tahap pemeriksaan terhadap korban. Keluarga AM mengaku keberatan atas dugaan tindak kekerasan yang dialami anaknya. Mereka juga mempertanyakan adanya permintaan untuk menyelesaikan persoalan secara damai.
“Saya sudah didatangi oleh pihak keluarga dan sekolah, diminta damai sambil mengatakan ikhlaskan saja,” ujar keluarga korban kepada Mediasulsel.com, Senin (11/5/2026).
Menurut pihak keluarga, pihak sekolah juga sempat mendatangi rumah korban dengan membawa dokter dan psikolog untuk memeriksa kondisi AM pascakejadian. Namun demikian, orang tua korban tetap mempertanyakan alasan mereka diminta menerima kejadian tersebut.
“Yang saya pertanyakan kenapa saya disuruh ikhlas,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SRMP 23 Makassar, Rabiah, membenarkan adanya insiden perkelahian antara siswa AM dan AG di lingkungan sekolah.
“Benar, kejadian perkelahian antara AM dan AG memang ada,” ujarnya kepada mediasulsel.com.
Pihak sekolah mengaku telah melakukan pendekatan kepada keluarga korban sebagai bentuk tanggung jawab, termasuk menghadirkan dokter dan psikolog untuk memulihkan kondisi psikis korban.
“Kami sudah melakukan pendekatan dengan pihak korban, mendatangkan dokter dan psikolog untuk memeriksa siswa kami AM. Kami melakukan itu sebagai bukti kami peduli dengan kejadian di sekolah kami,” jelasnya.
Selain itu, sekolah menyebut telah berupaya melakukan perdamaian, namun tetap menghormati langkah keluarga korban yang memilih menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus tersebut ke Polda Sulsel.
Sebagai tindak lanjut, pihak sekolah menyatakan telah menjatuhkan sanksi skorsing terhadap dua siswa yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
“Untuk para terduga pelaku tersebut, AG dan IB sudah kami ambil langkah skorsing untuk waktu yang tidak ditentukan. Jika ada keputusan lain, akan segera kami laporkan ke pusat di Jakarta,” tutup Rabiah. (70n)







