PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.BBM Disebut Aman, Mengapa Antrean Mengular?Sengketa Lahan Petani Laoli di Luwu Timur Masuk PTUN, Aktivitas di Objek Perkara Diminta DihentikanNew and Now Gaza, Saatnya Perisai Umat DibutuhkanKuliah Tamu Unhas Bahas AI Tepercaya untuk Inovasi KesehatanAntrean BBM Mengular, Wali Kota Makassar Tekan Pertamina Benahi Pelayanan SPBUDarurat Bencana Kebijakan, Selamatkan NegeriPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.BBM Disebut Aman, Mengapa Antrean Mengular?Sengketa Lahan Petani Laoli di Luwu Timur Masuk PTUN, Aktivitas di Objek Perkara Diminta DihentikanNew and Now Gaza, Saatnya Perisai Umat DibutuhkanKuliah Tamu Unhas Bahas AI Tepercaya untuk Inovasi KesehatanAntrean BBM Mengular, Wali Kota Makassar Tekan Pertamina Benahi Pelayanan SPBUDarurat Bencana Kebijakan, Selamatkan Negeri
Jeneponto

Ingin Anak di Jeneponto Dapat Hak Pendidikan yang Sama, Bupati Paris Yasir bersama OPD Bahas Anak Putus Sekolah

203
×

Ingin Anak di Jeneponto Dapat Hak Pendidikan yang Sama, Bupati Paris Yasir bersama OPD Bahas Anak Putus Sekolah

Sebarkan artikel ini
Ingin Anak di Jeneponto Dapat Hak Pendidikan yang Sama, Bupati Paris Yasir bersama OPD Bahas Anak Putus Sekolah
Bupati Jeneponto, Paris Yasir menimpin Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) Tahun 2026 di Ruang Rapat Bupati Jeneponto, Senin (11/05/2026). Rapat dihadiri pula Pj Sekda Jeneponto, Aspa Muji, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Alamsyah, dan sejumlah kepala OPD.

JENEPONTO—Bupati Jeneponto, Paris Yasir menimpin Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) Tahun 2026 di Ruang Rapat Bupati Jeneponto, Senin (11/05/2026). Rapat dihadiri pula Pj Sekda Jeneponto, Aspa Muji, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Alamsyah, dan sejumlah kepala OPD.

Dalam kesempatan ini, Kepala Bappeda Kabupaten Jeneponto, Alfian Afandy Syam menerangkan, langkah-langkah strategis pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Jeneponto.

“Pemerintah daerah terus memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui pendataan yang terintegrasi, penguatan koordinasi hingga tingkat kecamatan dan desa, serta berbagai program pendampingan untuk menekan angka anak tidak sekolah di Jeneponto,” terangnya.

Selain memaparkan data jumlah ATS beserta sebarannya di setiap kecamatan, Kepala Bappeda, Alfian Afandy Syam juga menjelaskan, berbagai langkah terbaru yang tengah dilakukan pemerintah daerah untuk mengajak kembali anak-anak putus sekolah agar dapat melanjutkan pendidikan.

“Permasalahan anak tidak sekolah menjadi perhatian bersama sehingga diperlukan sinergi seluruh pihak agar anak-anak kita dapat kembali memperoleh hak pendidikan yang layak,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto, Alamsyah menyampaikan, pihaknya terus melakukan pendekatan persuasif melalui koordinasi dengan sekolah, pemerintah desa serta keluarga siswa.

“Pendekatan persuasif ini dilakukan guna memastikan anak-anak yang putus sekolah dapat kembali mengikuti proses belajar,” tuturnya.

Sedangkan, Bupati Jeneponto, Paris Yasir menyatakan, persoalan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama dan menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Kabupaten Jeneponto.

Bupati Paris Yasir meminta seluruh perangkat daerah terkait agar terus memperkuat koordinasi serta menghadirkan langkah konkret dan berkelanjutan dalam upaya menekan angka anak tidak sekolah di daerah.

“Kita ingin seluruh anak di Kabupaten Jeneponto mendapatkan hak pendidikan yang sama. Pendidikan menjadi salah satu kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” kata Paris Yasir.

Bupati Paris Yasir juga berharap, adanya keterlibatan aktif seluruh stakeholder, termasuk pemerintah kecamatan, desa, pihak sekolah hingga masyarakat dalam mendukung program pencegahan dan penanganan ATS secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan ini juga dibahas tantangan di lapangan, solusi penanganan, serta langkah tindak lanjut yang akan dilakukan Pemerintah Kabupaten Jeneponto dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) Tahun 2026.

Jangan sampai ada anak Jeneponto yang kehilangan masa depan hanya karena terputus dari pendidikan, menjadi semangat yang mengemuka dan urgen dibahas dalam rapat ini. (*)

Ingin Anak di Jeneponto Dapat Hak Pendidikan yang Sama, Bupati Paris Yasir bersama OPD Bahas Anak Putus Sekolah
Bupati Jeneponto, Paris Yasir menimpin Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) Tahun 2026 di Ruang Rapat Bupati Jeneponto, Senin (11/05/2026). Rapat dihadiri pula Pj Sekda Jeneponto, Aspa Muji, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Alamsyah, dan sejumlah kepala OPD.

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com