PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Remaja Tewas Usai Tawuran Tallo, Polisi Akui Lepaskan Tembakan • UMKM Sudah Berizin, Tapi Masih Dipungut, ABDSI Soroti Celah Tata Kelola Ruang Publik • Jalan Aroepala Kembali Dibuka, Akses Gowa-Makassar Kini Lancar • Training Jurnalistik HMPS JI IAIN Parepare Bekali Maba Hadapi Dunia Pers • Kisah Mahasiswa Makassar Jadi Ojol Maxim Untuk Biayai Kuliah • Ketika Media Online Menjadi Ruang Bullying bagi Mahasiswa • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Remaja Tewas Usai Tawuran Tallo, Polisi Akui Lepaskan Tembakan • UMKM Sudah Berizin, Tapi Masih Dipungut, ABDSI Soroti Celah Tata Kelola Ruang Publik • Jalan Aroepala Kembali Dibuka, Akses Gowa-Makassar Kini Lancar • Training Jurnalistik HMPS JI IAIN Parepare Bekali Maba Hadapi Dunia Pers • Kisah Mahasiswa Makassar Jadi Ojol Maxim Untuk Biayai Kuliah • Ketika Media Online Menjadi Ruang Bullying bagi Mahasiswa •
Nasional

MPR Evaluasi Total LCC Empat Pilar Usai Polemik Penilaian Final di Kalbar

123
×

MPR Evaluasi Total LCC Empat Pilar Usai Polemik Penilaian Final di Kalbar

Sebarkan artikel ini
MPR Evaluasi Total LCC Empat Pilar Usai Polemik Penilaian Final di Kalbar
Sekretariat Jenderal (Setjen) MPR RI memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 setelah muncul polemik penilaian pada babak final tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang ramai diperbincangkan di media sosial.

JAKARTA—Sekretariat Jenderal (Setjen) MPR RI memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 setelah muncul polemik penilaian pada babak final tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Sebagaimana dikutip dari Berita Satu, Selasa (12/5/2026), Setjen MPR menyebut saat ini pihak panitia tengah melakukan penelusuran internal terkait dugaan ketidakkonsistenan penilaian dewan juri saat sesi pertanyaan rebutan.

“MPR menghormati perhatian dan masukan masyarakat terkait pelaksanaan LCC Empat Pilar 2026,” demikian isi pernyataan resmi tersebut.

Setjen MPR menegaskan kegiatan pendidikan kebangsaan harus menjunjung tinggi nilai sportivitas, objektivitas, keadilan, serta semangat pembelajaran yang konstruktif bagi peserta didik.

Karena itu, evaluasi akan mencakup seluruh aspek teknis lomba, mulai dari mekanisme penilaian, kejelasan artikulasi jawaban peserta, sistem verifikasi jawaban, hingga tata kelola penyampaian keberatan selama perlombaan berlangsung.

MPR berharap langkah evaluasi tersebut dapat membuat pelaksanaan LCC di masa mendatang berlangsung lebih transparan, akuntabel, dan mampu menjaga kepercayaan publik terhadap kegiatan pendidikan kebangsaan.

Polemik ini bermula dari final LCC Empat Pilar tingkat Kalbar yang mempertemukan SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau di Pontianak. Video perlombaan kemudian viral usai muncul protes dari peserta terkait penilaian jawaban.

Dalam tayangan di kanal YouTube MPRGOID, kontroversi terjadi saat juri memberikan pertanyaan mengenai lembaga yang pertimbangannya harus diperhatikan DPR dalam memilih anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjawab bahwa anggota BPK dipilih DPR dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan diresmikan Presiden. Namun jawaban itu dinilai tidak lengkap sehingga poin mereka dikurangi.

Tak lama kemudian, regu B dari SMAN 1 Sambas memberikan jawaban serupa dan justru memperoleh nilai penuh. Keputusan tersebut memicu protes dari regu C karena merasa jawaban yang disampaikan tidak berbeda.

Pihak juri kemudian menjelaskan bahwa pengurangan nilai terjadi karena artikulasi jawaban regu C dinilai kurang jelas sehingga penyebutan DPD tidak terdengar dengan baik. Sementara panitia menegaskan aspek kejelasan penyampaian jawaban menjadi bagian penting dalam proses penilaian lomba. (Ag4ys/B-Network)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com