JAKARTA—Pertamina Patra Niaga menjalankan berbagai program Community Involvement and Development (CID) di sejumlah daerah dengan pendekatan yang menyesuaikan kebutuhan dan potensi masyarakat setempat, mulai dari Sumatera Selatan, Maluku, hingga Aceh.
Program tersebut mencakup pengembangan ekonomi kreatif, hortikultura, hingga budidaya perikanan yang diharapkan dapat mendukung kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah operasi perusahaan.
Di Sugihwaras Creative Village, Kota Palembang, Pertamina Patra Niaga mendampingi masyarakat mengembangkan ekonomi kreatif berbasis lingkungan.
Berbagai produk bernilai tambah dihasilkan, seperti madu kelulut, lilin aromaterapi berbahan minyak jelantah, hingga produk olahan melati yang menjadi sumber pendapatan baru bagi pelaku UMKM.
Program itu juga melibatkan ibu rumah tangga, pemuda, dan kelompok masyarakat lainnya untuk mengembangkan usaha yang memiliki nilai ekonomi.
Ketua RT 06 Sugihwaras sekaligus penerima manfaat program, Munir, mengapresiasi dukungan yang diberikan Pertamina Patra Niaga kepada masyarakat.
“Kami berterima kasih kepada Pertamina Patra Niaga atas dukungan yang telah diberikan kepada warga. Melalui evaluasi ini, kami juga menyusun rencana agar manfaat program dapat semakin besar dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ungkapnya.
Di Wayame, Kota Ambon, Pertamina Patra Niaga menjalankan Program Demplot Hortikultura Wayame untuk membantu masyarakat menghadapi keterbatasan akses air yang memengaruhi produktivitas pertanian.
Program itu menghadirkan penyediaan air ramah lingkungan dan pendampingan budidaya hortikultura yang membantu petani meningkatkan hasil panen sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga.
Sementara di wilayah pesisir Aceh, melalui Program Gampong Berdikari di Kota Lhokseumawe, Pertamina Patra Niaga bersama kelompok petambak mengembangkan budidaya udang vaname semi-intensif.
Program tersebut mencakup dukungan sarana produksi, pelatihan, serta peningkatan kapasitas usaha guna mendukung produktivitas tambak dan sumber penghasilan masyarakat pesisir.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan setiap daerah memiliki tantangan dan potensi yang berbeda sehingga pendekatan pemberdayaan perlu disesuaikan dengan karakteristik lokal.
“Bagi Pertamina Patra Niaga, keberhasilan program Community Involvement and Development (CID) tidak hanya diukur dari banyaknya bantuan yang diberikan, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat mampu berkembang secara mandiri setelah memperoleh pendampingan,” ujarnya.
Karena itu, kata Kitty, perusahaan memulai program dari potensi yang telah dimiliki masyarakat dan mengembangkannya melalui kolaborasi yang berkelanjutan.
“Karena itu, kami selalu memulai dari potensi yang dimiliki masyarakat, kemudian mengembangkannya bersama melalui kolaborasi yang berkelanjutan,” katanya.
Menurut Kitty, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga dapat mengembangkan aktivitas ekonomi yang memberi dampak bagi lingkungan sekitarnya.
“Kami percaya bahwa ketika masyarakat bertumbuh dan mandiri, manfaat yang dihasilkan akan terus berkembang, tidak hanya bagi keluarga penerima manfaat, tetapi juga bagi komunitas dan daerah tempat mereka tinggal,” tuturnya.
“Inilah bentuk energi yang sesungguhnya—energi yang menggerakkan kehidupan,” tutup Kitty. (*)














