SOPPENG—Aktivitas di Pasar Sentral Soppeng mendadak terhenti pada Jumat (10/7/2026) pagi. Pasalnya, seorang pria ditemukan meninggal dunia di area pasar, sementara hasil pemeriksaan awal polisi bersama tenaga medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Pria tersebut diketahui bernama Muh. Saing (50). Selain berprofesi sebagai petani, ia juga berjualan di Pasar Sentral Soppeng dan selama ini tinggal seorang diri di kawasan pasar.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, sekitar pukul 08.30 WITA korban sempat memanggil seorang warga yang berada tidak jauh dari tempatnya beristirahat. Warga itu kemudian menghampiri dan menyarankan korban untuk bersyahadat serta memperbanyak mengingat Allah. Setelah itu, ia meminta warga lain ikut melihat kondisi korban.
Tak lama berselang, warga kembali mendatangi Muh. Saing. Saat diperiksa, korban sudah tidak memberikan respons. Warga kemudian menghubungi pihak terkait.
Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti personel Piket Polsek Lalabata bersama Unit Identifikasi Satreskrim dan Piket Fungsi Polres Soppeng. Tim yang dipimpin Pamapta I Polres Soppeng, Aiptu Fitra Jaya, mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi, serta mengevakuasi korban ke RSUD Latemmamala Soppeng.
Pemeriksaan luar di RSUD Latemmamala menemukan darah keluar dari mulut korban yang diduga akibat pecahnya pembuluh darah. Dokter juga mendapati pembengkakan pada perut, betis, dan kaki yang diduga berkaitan dengan penyakit yang diderita korban. Polisi menyebut hasil pemeriksaan tersebut tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menyatakan keberatan dilakukan autopsi. Penolakan itu dituangkan dalam surat pernyataan resmi.
Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi mengenai penyebab meninggalnya korban dan menyerahkan penanganan setiap peristiwa kepada aparat yang berwenang.
“Kami turut berduka cita atas meninggalnya almarhum. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal bersama tenaga medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar Aditya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya serta menghormati keluarga yang sedang berduka.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya serta tetap menghormati privasi dan perasaan keluarga yang sedang berduka,” lanjutnya.
Usai pemeriksaan selesai, jenazah Muh. Saing diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di wilayah Laburawung, Kelurahan Lapajung, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng. (*)










