PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Lapas Polewali Buka Lakon Jersipas, WBP Bisa Konsultasi Soal Remisi Hingga BebasJalan Aroepala Mulai Dibuka, Beton 40 Cm Jadi Andalan Hadapi BanjirPerang Hotel di Makassar Makin Panas, Artha Kencana Ganti Bendera Jadi Horison InnDari Balik Lapas Polewali, WBP Dibekali Jalan Baru Jadi Pekerja MigranAppi Siapkan Ranch Sapi di TPA Tamangapa, Akhiri Sapi Makan SampahNurma Ditahan, TS Dilepas: Kasus Dugaan Pengeroyokan di Tamalanrea DipertanyakanPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Lapas Polewali Buka Lakon Jersipas, WBP Bisa Konsultasi Soal Remisi Hingga BebasJalan Aroepala Mulai Dibuka, Beton 40 Cm Jadi Andalan Hadapi BanjirPerang Hotel di Makassar Makin Panas, Artha Kencana Ganti Bendera Jadi Horison InnDari Balik Lapas Polewali, WBP Dibekali Jalan Baru Jadi Pekerja MigranAppi Siapkan Ranch Sapi di TPA Tamangapa, Akhiri Sapi Makan SampahNurma Ditahan, TS Dilepas: Kasus Dugaan Pengeroyokan di Tamalanrea Dipertanyakan
Media Kampus

Mahasiswa KKN Unhas Gelar Skrining Hipertensi di Desa Kupa Barru, Warga Diajak Cegah Stroke Sejak Dini

35
×

Mahasiswa KKN Unhas Gelar Skrining Hipertensi di Desa Kupa Barru, Warga Diajak Cegah Stroke Sejak Dini

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa KKN Unhas Kupa Barru
Salah satu Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas Desa Kupa, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, memberikan materi tentang Sehat dari Hipertensi, Kamis (30/7/2026). (Foto: Abdalbari Yousef)

BARRU – Upaya mencegah meningkatnya kasus hipertensi di masyarakat terus digencarkan. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar program SEHATI (Sehat dari Hipertensi) di Desa Kupa, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Kamis (30/7/2026), melalui edukasi kesehatan dan skrining tekanan darah bagi warga.

Program ini menjadi langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya hipertensi yang kerap dijuluki silent killer karena sering berkembang tanpa gejala, namun dapat memicu komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memberikan penyuluhan secara interaktif mengenai penyebab, faktor risiko, gejala, komplikasi, hingga cara mencegah hipertensi melalui penerapan pola hidup sehat. Warga juga diajak berdiskusi sehingga materi yang disampaikan lebih mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Usai penyuluhan, peserta mengikuti skrining tekanan darah. Hasil pemeriksaan disampaikan secara langsung kepada masing-masing warga disertai penjelasan mengenai kondisi kesehatan mereka.

Bagi peserta yang ditemukan memiliki tekanan darah di atas batas normal, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya pemeriksaan lanjutan di puskesmas. Mereka juga diimbau menerapkan pola makan sehat, mengurangi konsumsi garam, rutin berolahraga, serta melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala untuk menekan risiko komplikasi.

Program SEHATI mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Kupa. Selain memperoleh pengetahuan mengenai pencegahan hipertensi, warga juga dapat mengetahui kondisi tekanan darah mereka sejak dini sehingga memiliki kesempatan untuk segera mendapatkan penanganan apabila ditemukan risiko hipertensi.

Antusiasme masyarakat selama kegiatan berlangsung menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang dipadukan dengan skrining sederhana masih menjadi kebutuhan penting di tingkat desa. Melalui program ini, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas berharap kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini hipertensi terus meningkat sehingga risiko penyakit tidak menular dapat ditekan dan kualitas kesehatan warga semakin baik.(Mp/Ag4ys)

Citizen Reporter : Abdalbari Yousef Saamk (Mahasiwa Kedokteran Unhas)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Kirim Komentar

📢 Mohon utamakan adab, etika, dan sopan santun dalam berkomentar. Semua komentar akan melewati proses moderasi sebelum diterbitkan.

Konten dilindungi © Mediasulsel.com