JENEPONTO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Gelombang 116 Inovasi Daerah Universitas Hasanuddin (Unhas) Desa Lentu mengajak pelajar mengenal potensi energi terbarukan melalui sosialisasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di SMAN 10 Jeneponto, Senin (3/8/2026). Kegiatan ini menjadi upaya menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya energi bersih sebagai penopang masa depan Indonesia.
Program yang berada di bawah bimbingan Dr. Hasan Basri, S.KM., tersebut diikuti sekitar 60 siswa. Mahasiswa memberikan pemahaman mengenai urgensi transisi energi dari bahan bakar fosil menuju energi terbarukan, sekaligus memperkenalkan besarnya potensi energi matahari yang dimiliki Indonesia sebagai negara yang berada di garis khatulistiwa.
Peserta mendapatkan materi tentang prinsip kerja Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), manfaat penggunaannya, hingga peluang penerapannya di berbagai sektor. Indonesia dinilai memiliki keunggulan karena memperoleh intensitas sinar matahari yang tinggi hampir sepanjang tahun sehingga sangat potensial untuk mendukung ketahanan energi nasional.
Agar materi lebih mudah dipahami, mahasiswa menghadirkan sesi diskusi interaktif dan gamifikasi menggunakan aplikasi Quizizz. Antusiasme siswa terlihat dari tingginya partisipasi saat menjawab pertanyaan seputar teknologi panel surya, pemanfaatan PLTS di lingkungan masyarakat, serta prospek energi terbarukan di masa depan.
Penanggung jawab program dari Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Unhas, Muhammad Shiddiq Jafar, mengatakan Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu pelopor pemanfaatan energi terbarukan. Menurutnya, pemanfaatan energi matahari merupakan langkah nyata dalam menjaga lingkungan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
Salah seorang peserta mengaku memperoleh wawasan baru melalui kegiatan tersebut. Selama ini ia hanya melihat lampu jalan bertenaga surya di desanya, namun baru memahami cara kerja sistem PLTS beserta manfaatnya setelah mengikuti sosialisasi yang digelar mahasiswa KKNT Unhas.
Tidak hanya memberikan materi, mahasiswa juga memperkenalkan Smart Solar Education Corner, yakni miniatur PLTS berbasis digital yang dirancang sebagai media pembelajaran interaktif. Fasilitas tersebut dilengkapi miniatur sistem PLTS, papan informasi edukatif, serta QR Code yang terhubung ke materi digital dan kuis interaktif.

Media pembelajaran itu selanjutnya akan ditempatkan di SMAN 10 Jeneponto agar dapat dimanfaatkan guru dan siswa secara berkelanjutan sebagai sarana meningkatkan literasi energi terbarukan di lingkungan sekolah.
Melalui program ini, mahasiswa KKNT Gelombang 116 Inovasi Daerah Universitas Hasanuddin berharap kesadaran generasi muda terhadap energi bersih terus meningkat. Kegiatan tersebut juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 7 mengenai Energi Bersih dan Terjangkau, serta SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim. (MP/Ag4ys)
Citizen Reporter: Intan Ramadhani (Mahasiswa Teknik Elektro Unhas)













