BARRU — Ancaman komplikasi diabetes tak hanya soal kadar gula darah. Kesehatan kaki juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan. Pesan itu disampaikan mahasiswa KKN Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui program SIGERAK (Sinergi Gerakan Kaki Sehat untuk Pencegahan Komplikasi Diabetes) di Desa Tellumpanua, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru.
Lewat program tersebut, mahasiswa mengajak masyarakat mengenali cara sederhana menjaga kesehatan kaki sekaligus mempraktikkan senam kaki diabetes yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah.
SIGERAK tidak dirancang sekadar sebagai kegiatan penyuluhan. Peserta dibekali pengetahuan sekaligus keterampilan melalui demonstrasi dan praktik langsung agar gerakan yang diberikan dapat diterapkan secara rutin dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan dilaksanakan bersamaan dengan program kerja CERMAT. Rangkaian SIGERAK diawali dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal peserta terkait kesehatan kaki dan pencegahan komplikasi diabetes.
Setelah itu, mahasiswa memberikan edukasi singkat mengenai pentingnya perawatan kaki, khususnya bagi penderita diabetes. Peserta kemudian diajak mengikuti demonstrasi dan mempraktikkan gerakan senam kaki diabetes dengan pendampingan mahasiswa.
Untuk mengetahui hasil edukasi, peserta kembali mengikuti post-test di akhir kegiatan. Evaluasi ini menjadi salah satu cara untuk melihat perubahan pemahaman peserta setelah memperoleh materi dan praktik.
Penanggung jawab SIGERAK, Ursula Yusta Adela, mengatakan program tersebut sengaja dikemas dengan pendekatan praktik agar masyarakat memiliki bekal yang dapat digunakan secara mandiri.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa kesehatan kaki perlu diperhatikan sejak dini, terutama bagi penderita diabetes. Melalui SIGERAK, peserta dapat mempelajari gerakan sederhana yang bisa dilakukan secara rutin di rumah sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan,” ujarnya.
Menurutnya, kebiasaan sederhana yang dilakukan secara rutin diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan kaki dan mendorong pola hidup yang lebih sehat.
Salah seorang peserta, Fitriani, yang merupakan ibu RT, mengaku mendapatkan pengetahuan baru setelah mengikuti praktik senam kaki diabetes.
Ia menilai materi yang diberikan mahasiswa mudah dipahami dan gerakan senam relatif sederhana untuk dipraktikkan kembali.
“Materinya jelas dan gerakannya sederhana. Saya jadi tahu cara merawat kaki agar terhindar dari komplikasi diabetes,” ujarnya, Senin (10/8/2026).
Melalui SIGERAK, mahasiswa KKN-PK Unhas berharap masyarakat Desa Tellumpanua tidak hanya memahami pentingnya menjaga kesehatan kaki, tetapi juga membangun kebiasaan melakukan aktivitas fisik secara rutin.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan komplikasi diabetes.
Mahasiswa berharap gerakan yang telah dipelajari tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Peserta diharapkan dapat mempraktikkannya secara rutin di rumah sekaligus membagikan pengetahuan tersebut kepada anggota keluarga.
Pesannya sederhana: jangan menunggu komplikasi datang. Jaga kaki sejak dini, bergerak secara rutin, dan mulai membangun kebiasaan sehat dari rumah. (Mp/Ag4ys)
Citizen Reporter: Nur Atikah Firdaus (Mahasiswa FKM Unhas)













