MAKASSAR — Lurah Bitowa, Fathurahman Datu, A.Md., meminta jajaran RT/RW bersama masyarakat memastikan tidak ada warga kurang mampu yang terlewat dari program bantuan pemerintah.
Pesan itu disampaikan Fathurahman saat menghadiri Pesta Rakyat HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang digelar warga RW 03 Ujung Bori, Kelurahan Bitowa, Kecamatan Manggala, Sabtu (29/8/2026) malam.
Fathurahman menekankan pentingnya pembaruan dan keakuratan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) serta data kependudukan di tingkat lingkungan. Menurutnya, data yang tidak akurat dapat membuat warga yang seharusnya menerima bantuan justru tidak terdata.
“Jika ada tetangga, lansia, penyandang disabilitas, anak yatim, atau keluarga kurang mampu yang belum tersentuh bantuan, segera laporkan ke RT/RW atau pihak kelurahan. Jangan sampai ada satu pun saudara kita yang tertinggal dari perhatian bersama,” tegasnya.
Ia mengatakan, semangat kemerdekaan tidak hanya ditunjukkan melalui perayaan, tetapi juga dengan kepedulian terhadap warga yang membutuhkan. Karena itu, masyarakat diminta aktif menyampaikan kondisi warga di lingkungannya kepada pemerintah.
“Semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui kepedulian sosial,” ujarnya.
Pesta Rakyat RW 03 berlangsung di Jalan Ujung Bori Lorong 2 sejak pukul 20.00 hingga 23.00 WITA. Ratusan warga hadir dalam kegiatan yang juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dan kekompakan masyarakat.
Ketua RW 03 H. Haris mengapresiasi keterlibatan warga dan kerja keras pemuda UKT Projekt Ubor yang menjadi panitia kegiatan. Ia berharap momentum HUT RI dapat memperkuat kepedulian warga terhadap kebersihan, keamanan, dan kenyamanan lingkungan.
Dalam kesempatan yang sama, Kanit Binmas Polsek Manggala IPTU Hamzir, S.Psi., mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi isu yang dapat mengganggu keamanan lingkungan. Ia juga meminta orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak dan remaja.
Babinsa Kelurahan Bitowa Serma Nasir turut mengingatkan warga mewaspadai potensi kebakaran di tengah musim kemarau, termasuk menghindari pembakaran sampah sembarangan.
Malam puncak perayaan kemerdekaan itu ditutup dengan pembagian hadiah berbagai lomba, mulai dari azan, hafalan surah, mewarnai, futsal, hingga permainan tradisional seperti corong, estafet air, cukurukku dan makan kerupuk. Pentas seni pemuda turut menambah kemeriahan acara sebelum ditutup dengan foto bersama. (4r5)














