PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Rumah Sakit: Tempat Berobat atau Deradikalisasi?Kemarau Panjang, Plt Camat Manggala Ingatkan Warga Waspada Kompor dan ListrikChuck 70X Resmi Hadir di Indonesia, Converse Gandeng KARINA aespaTekan Harga Sembako, Pemkot Makassar Bawa Gerakan Pangan Murah ke Tello BaruBPK Bongkar Tata Kelola BUMD Makassar, Appi Sentil Regulasi ‘Amuba’Buka HAN ke-42 Sulsel, Andi Sudirman Dorong Orang Tua Serius Dampingi Tumbuh Kembang AnakPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Rumah Sakit: Tempat Berobat atau Deradikalisasi?Kemarau Panjang, Plt Camat Manggala Ingatkan Warga Waspada Kompor dan ListrikChuck 70X Resmi Hadir di Indonesia, Converse Gandeng KARINA aespaTekan Harga Sembako, Pemkot Makassar Bawa Gerakan Pangan Murah ke Tello BaruBPK Bongkar Tata Kelola BUMD Makassar, Appi Sentil Regulasi ‘Amuba’Buka HAN ke-42 Sulsel, Andi Sudirman Dorong Orang Tua Serius Dampingi Tumbuh Kembang Anak
Bone

Barcode BBM Subsidi Diduga Jadi Celah, Satgas dan SPBU Bone Diminta Perketat Pengawasan

115
×

Barcode BBM Subsidi Diduga Jadi Celah, Satgas dan SPBU Bone Diminta Perketat Pengawasan

Sebarkan artikel ini
Antrean SPBU
Kondisi terkini antrian panjang di salah satu SPBU di Kabupaten Bone

BONE — Pengawasan penyaluran BBM subsidi di Kabupaten Bone masih menyisakan celah. Meski antrean jerigen di sejumlah SPBU mulai berkurang setelah Pemkab Bone membentuk satuan tugas (Satgas), antrean kendaraan masih terjadi hampir setiap hari.

Penelusuran di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir menemukan sejumlah kendaraan masih harus mengantre cukup lama. Bahkan, terdapat kendaraan yang disebut sengaja menginap di sekitar SPBU untuk mendapatkan BBM subsidi.

Tak hanya itu, ditemukan pula kendaraan yang berpindah dari satu SPBU ke SPBU lainnya dalam hari yang sama. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan, khususnya dalam memastikan barcode transaksi benar-benar sesuai dengan kendaraan yang melakukan pengisian.

Seorang warga yang ditemui di Watampone bahkan mengaku menggunakan lebih dari satu barcode untuk membeli BBM subsidi di SPBU berbeda.

“Ada dua barcode saya pakai. Kalau sudah isi, maka pindah lagi ke SPBU yang lain pakai barcode lain,” ujar warga tersebut.

Pengakuan itu tentu perlu diverifikasi lebih lanjut. Namun, jika praktik penggunaan barcode berbeda untuk satu kendaraan benar terjadi, kondisi tersebut berpotensi membuka celah pembelian BBM subsidi secara berulang di sejumlah SPBU.

Celah semacam ini berpotensi mengganggu pemerataan distribusi BBM subsidi. Masyarakat yang seharusnya mendapatkan hak yang sama justru harus berhadapan dengan antrean panjang karena adanya pembelian berulang atau transaksi yang tidak sesuai dengan peruntukannya.

Di sisi lain, penyaluran BBM subsidi juga masih dibayangi maraknya penjualan BBM secara eceran di sejumlah wilayah Kabupaten Bone. Lapak dan kios yang menjual BBM eceran masih mudah ditemukan di sejumlah titik.

Keberadaan penjualan BBM eceran tersebut perlu menjadi perhatian serius aparat dan instansi terkait, terutama jika BBM yang diperjualbelikan diduga berasal dari BBM subsidi yang dibeli dari SPBU.

Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM, sebagaimana telah beberapa kali diubah, mengatur penyediaan dan pendistribusian BBM serta konsumen pengguna BBM tertentu.

Karena itu, Satgas bersama pengelola SPBU perlu memperketat verifikasi antara barcode, nomor polisi, jenis kendaraan dan transaksi pengisian. Pengawasan tidak cukup hanya memastikan antrean jerigen berkurang, tetapi juga harus mampu memastikan BBM subsidi benar-benar sampai kepada konsumen yang berhak.

Maraknya BBM eceran juga perlu ditelusuri dari hulunya. Jika memang terdapat BBM subsidi yang disedot dari kendaraan kemudian dijual kembali, maka persoalannya bukan sekadar antrean di SPBU, melainkan menyangkut potensi kebocoran distribusi BBM subsidi.

Pemkab Bone, Satgas dan pengelola SPBU dituntut memastikan sistem pengawasan yang diterapkan tidak berhenti pada pengendalian antrean, tetapi juga menutup celah penyalahgunaan barcode dan pembelian berulang.

Sebab, berkurangnya antrean jerigen belum otomatis berarti distribusi BBM subsidi sudah aman. Yang lebih penting adalah memastikan setiap liter BBM subsidi benar-benar diterima konsumen yang berhak. (45r)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Kirim Komentar

📢 Mohon utamakan adab, etika, dan sopan santun dalam berkomentar. Semua komentar akan melewati proses moderasi sebelum diterbitkan.

Konten dilindungi © Mediasulsel.com