MAKASSAR — Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) BKMF SINAPSIS Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar (UNM) memaparkan perkembangan program pemberdayaan kesehatan masyarakat di Desa Beroanging, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto.
Pemaparan tersebut dilakukan dalam Penilaian Kemajuan Pelaksanaan (PKP) Internal PPK Ormawa yang berlangsung di Menara Pinisi UNM, Makassar. Kegiatan ini menjadi bagian dari evaluasi internal UNM terhadap perkembangan program yang dijalankan mahasiswa bersama masyarakat.
Sesuai keterangan tertulis yang diterima mediasulsel.com, Senin (7/9/2026), tim mengusung program bertajuk “Peningkatan Kesehatan Masyarakat melalui Baruga Sipakatau Berbasis Local Digital Health Center Beroanging dalam Mendukung SDGs Desa.”
Dalam forum tersebut, tim memaparkan proses pelaksanaan program, capaian kegiatan, inovasi, keterlibatan masyarakat hingga strategi keberlanjutan program di Desa Beroanging.
Salah satu inovasi yang menjadi fokus adalah Baruga SIPAKATAU, sebuah program pemberdayaan masyarakat yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas kesehatan warga melalui lima bidang utama.
Kelima bidang tersebut mencakup kesehatan ibu dan anak, kesehatan remaja, kesehatan lansia, kesehatan lingkungan dan sanitasi, serta pemenuhan pangan lokal bergizi.
Tak hanya mengandalkan kegiatan tatap muka, tim juga mengembangkan SIPAKATAU (Sistem Kesehatan Terpadu) sebagai pendekatan digital untuk mendukung pencatatan, pemantauan dan pengelolaan informasi kesehatan masyarakat di tingkat desa.
Tim menunjukkan bahwa program tersebut tidak hanya mengejar penyelesaian rangkaian kegiatan. Keterlibatan masyarakat dan kader kesehatan menjadi bagian penting untuk memastikan inovasi yang dibangun dapat terus berjalan setelah masa program berakhir.
Berbagai kegiatan telah dilakukan secara bertahap, mulai dari edukasi kesehatan, pendampingan masyarakat hingga pelatihan kader dan penerapan inovasi berbasis kebutuhan warga Desa Beroanging.
Melalui PKP internal, tim juga mendapatkan evaluasi, masukan dan arahan dari pihak internal UNM. Hasil evaluasi tersebut menjadi bahan penyempurnaan program sekaligus persiapan sebelum memasuki tahapan PPK Ormawa berikutnya.
Bagi Tim PPK Ormawa BKMF SINAPSIS FIKK UNM, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan program sekaligus melihat sejauh mana kolaborasi mahasiswa, masyarakat, kader kesehatan, pemerintah desa dan pihak terkait telah memberikan dampak terhadap pelaksanaan program.
Tim berkomitmen melanjutkan penyempurnaan Baruga SIPAKATAU dan sistem kesehatan terpadu yang dikembangkan. Harapannya, inovasi tersebut tidak berhenti ketika program mahasiswa selesai, tetapi dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan masyarakat Desa Beroanging secara berkelanjutan. (Mp/Ag4ys)
Citizen Reporter: Nur Ashilah Apriliani (Mahasiswa FIKK UNM)













