MAROS—Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Al Jam’iyatul Washliyah membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) I Al Washliyah Sulawesi Selatan di Kabupaten Maros.
Ia meminta organisasi mengembangkan dakwah, pendidikan, pelayanan sosial, dan pemberdayaan ekonomi sekaligus memberi ruang lebih besar bagi generasi muda dalam kepemimpinan.
Dalam sambutannya, Ketua Umum PB Al Washliyah menjelaskan bahwa organisasi tersebut memiliki sejarah panjang dalam perjuangan umat Islam di Indonesia.
Al Washliyah tumbuh dari gerakan anak-anak muda yang terinspirasi semangat persatuan dan perjuangan kemerdekaan setelah Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.
Ia menuturkan, perkembangan Al Washliyah tidak terlepas dari peran para ulama dan tokoh pendidikan Islam, termasuk Syekh Hasan Maksum di Medan.
Pemikiran dan keteladanan para ulama tersebut turut menginspirasi generasi muda untuk membangun gerakan organisasi yang berorientasi pada pendidikan dan dakwah.
Menurutnya, salah satu ciri khas Al Washliyah adalah upaya menjangkau masyarakat di berbagai wilayah, termasuk daerah yang membutuhkan pendampingan dakwah dan pendidikan Islam.
“Kalau disebut Al Washliyah, khususnya di Sumatera, orang akan terbayang perjuangan dakwah di Tanah Batak, Tanah Karo, Mentawai, hingga Kalimantan Barat,” ujarnya dalam sambutan.
Ia berharap semangat dakwah tersebut menginspirasi Al Washliyah Sulawesi Selatan untuk memperluas kontribusi organisasi, termasuk di wilayah yang selama ini masih membutuhkan pengembangan pendidikan dan pembinaan keagamaan.
Ketua Umum PB Al Washliyah mengatakan organisasinya memiliki perhatian besar terhadap bidang pendidikan, dakwah, dan sosial.
Dalam perkembangannya, Al Washliyah juga mengembangkan sektor ekonomi untuk meningkatkan kemandirian organisasi dan kesejahteraan masyarakat.
Ia menyebut Al Washliyah memiliki jaringan pendidikan yang mencakup 721 madrasah dan sekolah serta 10 unit perguruan tinggi. Organisasi ini juga mengelola 12 lembaga kesejahteraan sosial anak atau panti asuhan untuk membantu anak-anak yang membutuhkan pendampingan, selain lembaga sosial lainnya.
“Al-Washliyah memiliki 35 wilayah/provinsi, 300 lebih daerah/kabupaten, 721 unit lembaga pendidikan dasar dan menengah, 10 unit perguruan tinggi, 7 organisasi bagian Al Washliyah, Laznas Alzis, LP3H Al Washliyah, Koperasi Jasa Attijarah, Lembaga Al Washliyah Wakaf Center, Al Washliyah Mualaf Center,” tegasnya.
Selain mengembangkan jaringan pendidikan di dalam negeri, Al Washliyah juga menjalin kerja sama pendidikan dengan Universitas Al-Azhar di Mesir. Kerja sama tersebut diharapkan membuka peluang bagi lulusan lembaga pendidikan Al Washliyah untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi tersebut.
Menurutnya, pengembangan pendidikan harus berjalan beriringan dengan dakwah dan pelayanan sosial agar keberadaan organisasi dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Dalam kesempatan itu, ia juga menekankan perlunya memberikan ruang kepada generasi muda untuk terlibat dalam kepemimpinan dan pengembangan organisasi.
Ia menilai anak muda memiliki peran strategis dalam membawa organisasi beradaptasi dengan perkembangan zaman sekaligus menjaga kesinambungan perjuangan para pendahulu.
Karena itu, Muswil I Al Washliyah Sulawesi Selatan diharapkan menjadi momentum untuk merumuskan program kerja yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, memperkuat konsolidasi kepengurusan, serta memperluas kiprah organisasi di daerah.
Ia juga mengingatkan bahwa memimpin organisasi kemasyarakatan bukanlah tugas yang mudah. Kepemimpinan membutuhkan pengorbanan, keikhlasan, dan komitmen untuk melayani umat.
“Ketika kita memimpin sebuah organisasi seperti ini, tentu tidak mudah. Namun, insyaallah, pengorbanan itu memiliki nilai ibadah,” ungkapnya.
Melalui Muswil I tersebut, Al Washliyah Sulawesi Selatan diharapkan mampu meningkatkan peran organisasi dalam bidang pendidikan, dakwah, sosial, dan ekonomi. Organisasi ini juga diharapkan melahirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi umat dan masyarakat Sulawesi Selatan.
Musyawarah Wilayah tersebut dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Wilayah Aljamiatul Al-Washliyah Sulawesi Selatan masa khidmat 2026–2031. Kegiatan itu dihadiri sejumlah undangan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Bupati Maros Bidang Sosial, Hukum, dan Politik Prayitno, S.T., M.T., yang mewakili Bupati Maros, serta Asisten I Provinsi Sulawesi Selatan Dr. dr. H. M. Ishaq Iskandar, M.Kes., M.M., M.H., yang mewakili Gubernur Sulawesi Selatan. (*)

Citizen Reporter: Sulaiman (Ketua Badan Otonom IPA Alwashliyah Sulsel)
Artikel ini ditulis oleh Citizen Reporter. Isi dan gaya penulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi hanya melakukan penyuntingan seperlunya tanpa mengubah substansi.







