Advertisement - Scroll ke atas
Makassar

Hari Anti Narkotika Internasional ,Genetika fokus pada program pencegahan

950
×

Hari Anti Narkotika Internasional ,Genetika fokus pada program pencegahan

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR – Ketua Umum Pengurus Pusat Generasi Muda Nusantara Anti Narkotika (Genetika), Djaya Jumain, mengatakan, bahwa Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2017, adalah langkah awal Genetika berkonstribusi dalam mencegah pengunaan dan peredaran narkoba di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan, sebagai Lembaga Anti Narkotika yang baru deklarasi pada 24 mei 2017 di hotel ibis Ratulangi Makassar.

Relawan yang ada di desa dan kelurahan di Sulawesi Selatan bertugas melakukan pencegahan bersama masyarakat untuk bersama-sama memerangi peredaran narkotika yang kian marak saat ini dimana Indonesia dalam kondisi darurat narkoba.
Selamatkan satu lindungi sejuta, adalah taqline Genetika dalam melaksanakan tugas-tugas pencegahan yang berawal dari rumah tangga ini, sementara berjalan dengan dukungan pemerintah daerah.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

“Kami optimis 100 relawan perdesa dan kelurahan dapat terwujud apalagi mengunakan pola kemitraan dengan lembaga lainnya yang memiliki kepedulian,” ungkap Djaya.

Selain program pencegahan dimana 20 persen adalah pengawasan di titik rawan adanya transaksi narkoba yang nyaman, menurut Djaya sekarang sudah ada relawan yang menjalankan tugasnya dengan standar operasional prosedur Genetika.

“Bebera relawan sudah bertugas di pintu-pintu masuk seperti pelabuhan di Sulsel dan bandar udara, serta beberapa hotel, mal-mal, selebihnya relawan di desa dan kelurahan namun relawan masih terbatas,” lanjut Djaya yang juga Sekretaris LMPI Sulsel ini.

Diketahui, hari Anti Narkotika Sedunia oleh PBB diperingati sejak 26 Juni 1988 untuk melawan penyalahgunaan obat-obatan dan penjualan obat secara ilegal dengan dikeluarkannya resolusi PBB 42/112 pada 7 Desember 1987. (*/464ys)

error: Content is protected !!