PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Kisah Mahasiswa Makassar Jadi Ojol Maxim Untuk Biayai Kuliah • Ketika Media Online Menjadi Ruang Bullying bagi Mahasiswa • FH Unhas Jadi Fakultas Pertama Susun Skema Sertifikasi Kompetensi • Urgensi Industrialisasi Pangan di Sulawesi Selatan • Seminar Parenting SDIT Cipta Insani Depok Tekankan Pentingnya Kehadiran Orang Tua • Ekonomi Makassar Tumbuh 7,04 Persen, DPRD Soroti Jalan Rusak hingga Layanan RS Daya • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Kisah Mahasiswa Makassar Jadi Ojol Maxim Untuk Biayai Kuliah • Ketika Media Online Menjadi Ruang Bullying bagi Mahasiswa • FH Unhas Jadi Fakultas Pertama Susun Skema Sertifikasi Kompetensi • Urgensi Industrialisasi Pangan di Sulawesi Selatan • Seminar Parenting SDIT Cipta Insani Depok Tekankan Pentingnya Kehadiran Orang Tua • Ekonomi Makassar Tumbuh 7,04 Persen, DPRD Soroti Jalan Rusak hingga Layanan RS Daya •
Pendidikan

Dewan Pendidikan Sulsel Nilai PPDB Tahun ini Lebih Objektif

526
×

Dewan Pendidikan Sulsel Nilai PPDB Tahun ini Lebih Objektif

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA dan SMK sederajat Tahun Ajaran (TA) 2017 dinilai berlangsung lebih objektif dan bebas dari intervensi dari manapun, karena menggunakan sistem komputerisasi yang terintegrasi dengan program e-Pantita milik Dinas Pendidikan Sulsel.

Penilaian tersebut disampaikan Ketua Dewan Pendidikan Sulsel, Dr. Adi Suryadi Culla, Kamis (13/7/2017) di Makassar.

“Jadi kalau ada yang protes dan lain sebagainya atas proses PPDB tingkat SMA dan SMK ini, maka itu saya yakin karena kekecewaan saja. Karena sistem yang jalan bukan suka tidak suka. Kalau sistem tolak karena standar yang ditetapkan tidak akan bisa lolos,” ujar Adi Suryadi.

Lebih lanjut Adi mengatakan, bukan hanya jalur akademik yang menggunakan sistem tapi non akademik pun menggunakan sistem. Jadi apa yang dirisaukan oleh warga tak perlu terjadi.

“Yang lulus itu memang karena kemampuan anaknya yang bisa lulus di sekolah yang bersangkutan. Bukan karena kolusi dan nepotisme,” tegasnya.

Secara umum, lanjutnya, Proses PPDB 2017 tingkat SMA di Sulsel di bawah komando Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, H. Irman Yasin Limpo alias None, jauh lebih baik dan obyektif.

Sekadar diketahui, None berkomitmen sejak awal menduduki jabatan Kadisdik Sulsel untuk melaksanakan PPDB dengan objektif. Makanya dengan sistem komputerisasi menjadi solusi penerimaan PPDB dengan objektif tanpa ada intervensi pihak manapun. (*/464ys)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com