JAKARTA – Pelatih Tim Nasional Indonesia, Luis Milla mengatakan bahwa anak asuhnya mendapat pengalaman berharga meski kalah 0-1 dari Suriah dalam laga ujicoba internasional di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Sabtu (18/11/2017) malam. Pada ujicoba ini, Boaz Solossa dan kawan-kawan tampil apik dengan memperagakan permainan terbuka, cepat dan tercipta beberapa kali peluang ke gawang Suriah.
“Saya apresiasi atas kerja keras pemain, meski hasil belum berpihak ke kami. Kita lihat Suriah menunjukan kelasnya, mereka adalah tim besar dan kuat.
Pada babak kedua kita ada perbaikan permainan dibandingkan babak pertama,” kata Milla usai laga.
“Permainan lebih baik baik saat babak kedua terutama dengan pergantian beberapa pemain walaupun akhirnya kebobolan, tetapi kita bisa lihat ada sekitar 20 pemain yang sudah saya coba, dan dari situ saya bisa melihat bahwa pemain senior siapa saja yang bisa saya pakai di kemudian hari,” jelas pelatih asal Spanyol ini.
Pada laga ini gol semata wayang Suriah diciptakan oleh Mouhammad Anez di mneit ke-84. Sebelumnya pada dua hari lalu, Timnas Indonesia juga kalah dengan skor tipis 2-3 dengan tim yang sama. Ujicoba ini bagi Milla juga sebagai persiapan menghadapi Asian Games 2018 mendatang di Indonesia.
“Saya panggil pemain senior lagi karena di Asian Games nanti kita butuh bantuan, tenaga dan pengalaman mereka karena tiga orang akan kami pilih untuk menjadi bagian dari kami nantinya. Yang jelas tiga orang pemain senior itu kami pilih dengan syarat yang bisa beradaptasi dengan gaya bermain kami,” beber Milla.
Pelatih yang juga pernah bermain di Barcelona dan Real Madrid ini juga memuji Ilija Spasojevic yang melakukan debut bersama skuat Garuda pada laga ini usai resmi menyandang status warga negara Indonesia. “Spaso kami lihat dia punya sikap yang sangat baik, dia punya kemauan yang sangat baik, dan terlebih lagi kami sebagai tim pelatih sangat beruntung karena dia bisa berbahasa Spanyol. Dan tim ini yang diisi anak-anak muda, Spaso bisa kasih energinya, sikapnya, dan bisa memberikan contoh profesionalisme kepada pemain muda di Timnas Indonesia,” tukasnya.
Spaso sendiri juga mengucapkan terima kasih kepada PSSI dan pelatih Luis Milla karena bisa mengenakan seragam Timnas Indonesia. Ia pun memohon maaf belum bisa memberikan kemenangan, namun ia menyebut ini baru awal, dan akan lebih kerja keras pada laga selanjutnya.
“Hari ini kita juga banyak peluang dan Suriah adalah tim kuat. Mereka tim yang hampir lolos ke Piala Dunia dan hampir di seluruh lini mereka kuat, mereka fisik bagus, teknik juga bagus. Sangat luar biasa sekali bagi saya berada di sini dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Semua ini seperti mimpi, rasanya begitu cepat, dan tentu saya senang bisa merasakan atmosfer bagaimana berada dan bermain di Timnas,” kata Spaso.
Sementara itu, pelatih Suriah, Hussein Afash juga memuji permainan Indonesia. Ia melihat pertandingan melawan Indonesia adalah pertandingan yang sangat menarik. “Indonesia sudah punya pemain yang bagus, pelatih yang bagus, jika mereka bisa memadukannya, maka akan bagus. Terlebih pemain-pemain Indonesia punya pemain cepat, maka itu bisa jadi modal yang dimaksimalkan,” kata Hussein.
Laga ujicoba bertajuk pekan timnas yang diselenggarakan oleh PSSI masih akan berlanjut pada Sabtu (25/11/2017) melawan Guyana di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. Laga tersebut akan ditayangkan secara langsung oleh RCTI pukul 18.30 WIB. [*/4ld]













