TAKALAR – Ketua Tim Penggerak (TAPI) PKK Kabupaten Takalar, Dr. Hj. Irma Andriani S. Pi, M. Si saat memimpin rapat Pendampingan mentoring pengarusutamaan gender dalam rangka pemenuhan indikator penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) tingkat kabupaten Takalar Tahun 2018, di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Takalar, Senin (30/4/2018), mengungkapkan perbedaan jenis kelamin dan gender.
Pada kesempatan itu, Ketua TP PKK Takalar ini mengatakan, bahwa gender berbeda dengan jenis kelamin, karena gender adalah suatu perbedaan peran dan tanggung jawab perempuan dan laki-laki yang kontruksikan oleh masyarakat dan sangat bersifat dinamis.
Lebih lanjut menurutnya banyak stereotype terhadap perempuan dan laki-laki yang berkembang di masyarakat, terkhusus kaum laki-laki akan lebih dikenal rasional atau masuk akal, kuat dan tegas. Sedangkan untuk kaum wanita atau perempuan akan lebih ke arah yang bersifat emosional, lemah sensitif atau rayuan.
Olehnya itu Hj. Irma berharap, melalui program mentoring tersebut dapat mencapai suatu strategi pembangunan dalam kesetaraan gender, sehingga pemenuhan indikator APE tercapai di tahun 2018.
Sementara itu, Tim Fasilitator dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak(PPPA) Sulsel, Ir. Suciati Sapta Margani, M.Si menyampaikan bahwa persamaan gender ini tidak hanya menyangkut tentang kaum perempuan saja tapi membahas menyeluruh baik kaum laki-laki juga yang menyangkut tentang pendidikan, sosial, koperasi, catatan sipil serta OPD-OPD yang terkait dengan pendampingan pengarusutamaan Gender.
“Harus ada komitmen kita bersama serta seluruh OPD dalam tanggung jawab kita untuk meningkatkan SDM, terutama dalam hal Komunukasi Informasi dan Edukasi (KIE) terkait pemerataan Pengarusutamaan Gender (PUG) yang tidak pernah lepas dari peran serta masyarakat,” tegas Ir. Suciati.
Untuk diketahui kegiatan Pendampingan monitoring pengarusutamaan gender dalam rangka pemenuhan indikator penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tingkat Takalar tahun 2018 ini, dilaksnakan oleh Dinas Pengendalian Kependudukan Keluarga Berencana (KB), Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak(PPPA) Kabupaten Takalar, yang juga di hadiri Organisasi Perangakat Daerah terkait. (f1t/464ys)












