PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • UNIMUS Semarang Latih 32 Calon Perawat Kuasai Perawatan Luka • 24 Persen Siswa Indonesia Alami Bullying, Cerminan Sistem Pendidikan yang Gagal • Dua Petugas Damkar Pangkep Gugur, Armada Terbalik Saat Berpacu Menuju Kebakaran • Program Mannennungeng Serahkan Policy Brief ke Pemkab Bone, Produktivitas Padi Naik 76 Persen • Bupati Jeneponto Dorong Punagaya dan Bungeng Jadi Percontohan Desa Binaan Imigrasi • Sekda Makassar Dorong Inovasi PKP LAN Jadi Model untuk Kecamatan Lain • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • UNIMUS Semarang Latih 32 Calon Perawat Kuasai Perawatan Luka • 24 Persen Siswa Indonesia Alami Bullying, Cerminan Sistem Pendidikan yang Gagal • Dua Petugas Damkar Pangkep Gugur, Armada Terbalik Saat Berpacu Menuju Kebakaran • Program Mannennungeng Serahkan Policy Brief ke Pemkab Bone, Produktivitas Padi Naik 76 Persen • Bupati Jeneponto Dorong Punagaya dan Bungeng Jadi Percontohan Desa Binaan Imigrasi • Sekda Makassar Dorong Inovasi PKP LAN Jadi Model untuk Kecamatan Lain •
Dunia

Hindu Garis Keras di New Delhi, Paksa Toko Daging Sapi Ditutup

847
×

Hindu Garis Keras di New Delhi, Paksa Toko Daging Sapi Ditutup

Sebarkan artikel ini
Hindu Garis Keras di New Delhi Paksa Toko Daging Sapi Ditutup
Seorang pria Hindu India melakukan ritual di depan seekor sapi (yang dianggap sebagi hewan suci di India), setelah melakukan mandi suci di Sangam, pertemuan sungai Ganga dan Yamuna, di kota Allahabad, India (foto: ilustrasi).

NEW DELHI – Warga Hindu garis keras di India telah memaksa penjual daging di kawasan Gurgaon di pinggiran New Delhi untuk menutup toko mereka.

Perintah penutupan itu dengan alasan bahwa para pemilik toko harus menghormati perasaan penganut Hindu yang mayoritas dan sedang merayakan festival keagamaan Navaratri selama sembilan hari.

Pemaksaan pada pemilik untuk menutup toko mereka yang sebagian besar Muslim di Gurgaon selama perayaan itu merupakan kampanye profil tinggi.

Sejak para Satpam Swakarsa Hindu melakukan tindakan untuk menyasar orang-orang yang menyembelih sapi, hewan yang dianggap suci oleh ummat Hindu.

Menjelang pemilihan nasional yang dijadwalkan berlangsung bulan Mei, sejumlah negara bagian yang diperintah oleh pemerintah nasionalis Hindu pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi mulai dituduh bahwa mereka tidak berbuat cukup banyak dalam membendung aktivitas Hindu garis keras. [VOA/shar]

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com