PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Bupati Paris Yasir Resmi Luncurkan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal di JenepontoKementan Siapkan 2 Juta Hektare untuk Bioetanol, Target 8 Juta Lapangan KerjaDisperkim Makassar Dorong Warga Wujudkan Rumah Sehat hingga Tingkat RTKPK Kembali OTT Kepala Daerah, Bupati Bolmut DiamankanBansos Masuk Era Digital, Gus Ipul Kerahkan Tetangga Jadi Mata Data PemerintahKecamatan Manggala Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di BatuaPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Bupati Paris Yasir Resmi Luncurkan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal di JenepontoKementan Siapkan 2 Juta Hektare untuk Bioetanol, Target 8 Juta Lapangan KerjaDisperkim Makassar Dorong Warga Wujudkan Rumah Sehat hingga Tingkat RTKPK Kembali OTT Kepala Daerah, Bupati Bolmut DiamankanBansos Masuk Era Digital, Gus Ipul Kerahkan Tetangga Jadi Mata Data PemerintahKecamatan Manggala Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Batua
News

TikTok Pangkas Karyawannya di India

1035
×

TikTok Pangkas Karyawannya di India

Sebarkan artikel ini
TikTok Pangkas Karyawannya di India
TikTok, memangkas jumlah tenaga kerjanya di India setelah ratusan juta penggunanya menutup akun mereka untuk mematuhi larangan pemerintah. (Foto: ilustrasi)

TIKTOK, aplikasi video pendek populer China, memangkas jumlah tenaga kerjanya di India setelah ratusan juta penggunanya menutup akun mereka untuk mematuhi larangan pemerintah terhadap lusinan aplikasi China menyusul pertikaian militer antara kedua negara.

“Mengingat kurangnya tanggapan dari pemerintah tentang bagaimana menyelesaikan masalah ini dalam tujuh bulan ke depan, dengan kesedihan yang mendalam kami memutuskan untuk mengurangi tenaga kerja kami di India, ” kata pernyataan TikTok, Rabu (28/1/2021).

Pernyataan itu tidak memberikan rincian lebih jauh, tetapi laporan-laporan media mengatakan perusahaan tersebut memiliki lebih dari 2.000 karyawan di India. Perusahaan pengelola TikTok berharap mendapat kesempatan untuk meluncurkan kembali aplikasi itu di India untuk mendukung ratusan juta pengguna, pendongeng, pendidik, dan seniman.

Pemerintah India Juni lalu mengumumkan larangan 59 aplikasi buatan China, termasuk TikTok, yang dioperasikan oleh perusahaan internet China Bytedance, seiring memburuknya hubungan dengan China. Pemerintah India mengatakan, aplikasi tersebut merugikan kedaulatan dan integritas India.

China mengatakan New Delhi telah menggunakan keamanan nasional sebagai alasan untuk melarang aplikasi-aplikasi ponsel buatan China.

Pemerintah China, Kamis (28/1), mengkritik langkah India untuk melarang Baidu, TikTok dan aplikasi-aplikasi populer China lainnya dan mengimbau New Delhi untuk memulihkan kembali hubungan ekonomi antara kedua negara.

“China menentang tindakan pembatasan diskriminatif terhadap perusahaan China, ” kata juru bicara Kementerian Perdagangan China, Gao Feng.

Gao tidak menanggapi keluhan India bahwa aplikasi China itu mungkin menjadi ancaman keamanan, tetapi mengatakan Beijing meminta perusahaannya untuk mematuhinya.

Gao mengatakan, Beijing berharap New Delhi dapat menyediakan iklim bisnis yang terbuka, adil, dan non-diskriminatif bagi perusahaan-perusahaan China sehingga kerja sama ekonomi dan perdagangan bilateral antara kedua negara dapat segera kembali pulih,

Aplikasi-aplikasi milik China telah menemukan pasar yang berkembang pesat di India, di mana beberapa perusahaan China bahkan membuat sejumlah aplikasi khusus untuk masyarakat India yang popularitasnya kemudian meledak.

Pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi memanfaatkan 500 juta pengguna internet di negara itu—nomor dua terbesar setelah China—sebagai iming-iming untuk menarik investasi raksasa-raksasa teknologi dunia, termasuk Twitter. (voa)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com