PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.DPRD Makassar Dorong GERMAS dan Kesadaran Kesehatan Mental di Tengah MasyarakatMunafri Ajak Muslimat NU Makassar Kolaborasi dengan Dewan Lingkungan Atasi SampahWorld Cleanup Day 2026, Kelurahan Bitowa Gelar Kerja Bakti MassalSeminar Nasional Dokter di Makassar Bahas Inovasi Pemeriksaan Kesehatan Saluran CernaToreh Sejarah, Pascasarjana UNDIPA Makassar Wisuda 7 Magister Informatika Angkatan PerdanaKarhutla Parepare Tembus 257 Kasus, Lima Hektare Lahan Terbakar dalam SemalamPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.DPRD Makassar Dorong GERMAS dan Kesadaran Kesehatan Mental di Tengah MasyarakatMunafri Ajak Muslimat NU Makassar Kolaborasi dengan Dewan Lingkungan Atasi SampahWorld Cleanup Day 2026, Kelurahan Bitowa Gelar Kerja Bakti MassalSeminar Nasional Dokter di Makassar Bahas Inovasi Pemeriksaan Kesehatan Saluran CernaToreh Sejarah, Pascasarjana UNDIPA Makassar Wisuda 7 Magister Informatika Angkatan PerdanaKarhutla Parepare Tembus 257 Kasus, Lima Hektare Lahan Terbakar dalam Semalam
Sulsel

Dukung Pembangunan Infrastruktur, Pemprov Sulsel Hadirkan Ekskavator Amfibi

375
×

Dukung Pembangunan Infrastruktur, Pemprov Sulsel Hadirkan Ekskavator Amfibi

Sebarkan artikel ini
Pemprov Sulsel

MAKASSAR – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dalam paparan materinya pada Rapata Kerja dalam rangka mengawali pelaksanaan kegiatan APBD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2019 di Hotel Claro, Makassar, Rabu (2/1). Menjelaskan saat ini Sulsel memiliki alat berat berat baru berupa ekskavator amfibi untuk mendukung program pemerintah.

“Tadi, Pak Wagub menyinggung soal terkait ekskavator amfibi, tahun ini kita membeli atas perintah beliau untuk mengadakan satu ekskavator amfibi dan dua excavator non-amfibi,” kata Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Sulsel (DSDA-CKTR) Sulsel, Andi Darmawan Bintang.

Dijelaskan olehnya, keduanya alat berat yang akan digunakan untuk mendukung pembangunan infrastruktur ini memiliki keunikan dan berbeda dari biasanya. Dapat digunakan untuk mengeruk terutama pada saat sedimentasi yang ada pada sungai maupun danau dan tampungan bendung.

“Jadi yang kemarin sudah dicoba dan sudah bisa dimanfaatkan, satunya juga ada kita adakan dan ada di Barru untuk ikut menanggulangi bencana di sana, sudah ada di sana namanya ekskavator PC200 alat berat juga tetapi bukan amfibi,” sebutnya.

Alat ini akan digunakan oleh Pemprov Sulsel, namun jika ada pemerintah kabupaten/kota untuk minta dibantu terutama untuk daerah rawa atau daerah bencana, akan dibantu.

Sedangkan untuk bahan bakar dan operator disewa atau disiapkan oleh peminjam

“Untuk pengadaan operator, itu kemarin kita sudah kita latih, ada dari staf yang sifatnya insidentil tentu. Jadi kalau dia dibutuhkan langsung dipanggil, kalau tidak diistirahat. Sebenarnya pegawai kita sih, hanya dia jadi operator juga. Tetapi non-PNS kita harus membayar pada saat dia butuh, bukan hanya digaji sebagai operator tetapi pada saat dibutuhkan,” jelasnya.

Untuk ekskavator PC 200 saat ini berada di Barru sedangkan ekskavator ampibinya sudah ada di Sanrego (Bendung Sanrego Bone). Distandbykan, kabupaten/kota belum ada yang meminta untuk dibantu, tetapi pasti akan dimanfaatkan.

“Anggarannya untuk excavator amfibi Rp6 miliar dan PC200 sekitar Rp1,8 miliar,” pungkasnya.(*)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com