MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah, menginstruksikan pada personel Satuan Polisi Pamong Praja (SatpolPP) agar tidak bersikap garang.
Pernyataan Nurdin itu disampaikan saat momen HUT ke 69 Satpol PP. Nurdin Abdullah meminta aparat pengamanan perda itu menjadi petugas yang ramah.
Nurdin menekankan, pendekatan satpol PP dalam menjalankan tugas dan fungsinya harus berubah. Jika sebelumnya kerap berwajah garang saat berhadapan dengan masyarakat, diharap kedepan dapat diubah.
“Tidak lagi berwajah garang di lapangan dan tidak melakukan tindakan di luar etika. Satpol PP harus jadi pengayom dan pelindung bagi masyarakat. Kehadirannya pun harus dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujar Nurdin saat menjadi pemimpin upacara HUT serentak Satpol PP, Damkar, dan Sat Linmas, di Lapangan Upacara kantor Gubernur , Selasa (19/3/2019).
Senada, Kepala SatPol PP Sulsel Mujiono mengatakan, di masa saat ini paradigma personel harus berubah. Katanya, pelaksanaan tugas di lapangan mesti dijalankan dengan pendekatan humanis ketimbang kekerasan atau memasang wajah garang.
Diakuinya, di masa-masa lalu Satpol PP dikenal dengan pasukan pemukul yang kerap dikeluhkan masyatakat. Namun dengan usianya saat ini, kehadiran pasukan pengaman perda itu harus menjadi pengayom.
“Paradigmanya berubah, kita tidak perlu harus garang, sangar seperti harimau. Kita harus tampail ramah santun,” pungkasnya. [*]


















