PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Bangunan Diduga Langgar GSB, Distaru Tegaskan Ada PelanggaranDari Keripik Tempe hingga Sapu Rayung, 7 UMK Indonesia Serbu Pasar ChinaYusril Irhaz Doakan Bro Rivai di Usia 59, Sukses Pimpin PTPN IKPK Bongkar Jejak Rp106,3 Miliar, Aliran Dana Diduga Mengarah ke Lingkaran NusronPameran Pusaka Gau Maraja Bone 2026 Hadirkan Koleksi Prabowo dan Fadli ZonJufri Rahman Kukuhkan Pengurus Korpri Enrekang dan Parepare Periode 2026-2031PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Bangunan Diduga Langgar GSB, Distaru Tegaskan Ada PelanggaranDari Keripik Tempe hingga Sapu Rayung, 7 UMK Indonesia Serbu Pasar ChinaYusril Irhaz Doakan Bro Rivai di Usia 59, Sukses Pimpin PTPN IKPK Bongkar Jejak Rp106,3 Miliar, Aliran Dana Diduga Mengarah ke Lingkaran NusronPameran Pusaka Gau Maraja Bone 2026 Hadirkan Koleksi Prabowo dan Fadli ZonJufri Rahman Kukuhkan Pengurus Korpri Enrekang dan Parepare Periode 2026-2031
IptekTekno

Habibie: Indonesia Perlu Kampus yang Fokus pada Riset Maritim

673
×

Habibie: Indonesia Perlu Kampus yang Fokus pada Riset Maritim

Sebarkan artikel ini

MEDIASULSEL — B.J. Habibie, Mantan Presiden mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi maritim yang sangat luas dan memerlukan perguruan tinggi khusus yang berfokus pada pengembangan maritim nasional.

“Kita semua tahu, lingkungan kita ini Indonesia, benua maritim, satu-satunya di dunia. Jadi saya usulkan ke Menristek Dikti dan Dewan Riset Nasional, pertimbangkan berdirinya suatu universitas riset, yang pasca sarjana, S-2 atau S-3, yang dinamakan university for biology or maritimes science, you are the only one in the world, lebih unggul,” ujar mantan Menteri Riset dan Teknologi itu di Solo, Jawa Tengah, Selasa (9/8/2016).

“Ini akan menarik, para peneliti dari luar negeri akan berdatangan, kalau dia mau membuat riset tentang kehidupan benua maritim di Indonesia.”

Habibie berbicara dalam sidang paripurna tahunan Dewan Riset Nasional (DRN) yang ia dirikan. Acara yang merupakan bagian dari rangkaian Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) tersebut dihadiri beberapa ratus peserta dari berbagai perguruan tinggi, lembaga riset, dan kementerian untuk merumuskan Agenda Riset Nasional 2016-2019.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi atau Menristek Dikti, Mohammad Nasir mengatakan, anggaran riset tidak mengalami pemangkasan meski pemerintah saat ini melakukan efisiensi anggaran negara. Menurut Nasir, pemerintah fokus pada pengembangan riset dan inovasi berorientasi pasar untuk mendorong perekonomian.

“Akibat dari kebijakan pemerintah yang lalu, sebelumnya, banyak riset yang tidak sinkron dengan pasar atau perekonomian. Artinya kondisi pasar, kondisi masyarakat, tidak sesuai atau tidak minat. Banyak riset yang akhirnya terhenti. Itu yang pertama, kemudian yang kedua banyak sekali riset yang dilakukan berulang-ulang, pernah diriset kemudian diriset lagi tanpa ada perkembangan, tidak menghasilkan produk inovasi,” ujarnya.

“Maka Kemenristek Dikti sekarang membuat kebijakan baru, setiap riset yang bisa menjadikan industri, maka akan kita back-up pendanaannya hingga pendampingan. Terkait kebijakan efisensi atau penghematan anggaran, kami sudah meminta kepada Bapak Presiden, anggaran riset harus kita amankan, kami amankan semua, jangan sampai anggaran riset jadi korban penghematan.”

Kemristek menganggarkan dana riset mencapai Rp 1,5 trilyun atau hampir 0,08 persen dari total APBN 2016 yang mencapai Rp 2.000 trilyun. Kemristek bersama Dewan Riset Nasional akan memetakan bidang potensial pengembangan inovasi teknologi yaitu pertanian dan pangan, kesehatan dan farmasi, teknologi komunikasi dan informasi, teknologi transportasi, nano teknologi, teknologi pertahanan militer, dan teknologi energi terbarukan. (voa)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com