PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Dirjenpas Mashudi Mundur, Tanggung Jawab Moral Kasus Cluster Mewah Lapas Cibinong • Dilantik Jadi Menperin, Sarmuji Bawa Jejak Kepemimpinan KAUJE ke Kabinet Prabowo • KAHMI Sulsel Kenalkan Graha Hijau Hitam ke Wagub Fatmawati • Modifikasi Desil Demi Kesejahteraan? • Kabid Humas Polda Sulsel Serahkan Penghargaan, Polres Bone Borong Lima Prestasi • Pemkot Makassar Kaji Kantong Parkir, Balai Kota Jadi Lokasi Paling Mendesak • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Dirjenpas Mashudi Mundur, Tanggung Jawab Moral Kasus Cluster Mewah Lapas Cibinong • Dilantik Jadi Menperin, Sarmuji Bawa Jejak Kepemimpinan KAUJE ke Kabinet Prabowo • KAHMI Sulsel Kenalkan Graha Hijau Hitam ke Wagub Fatmawati • Modifikasi Desil Demi Kesejahteraan? • Kabid Humas Polda Sulsel Serahkan Penghargaan, Polres Bone Borong Lima Prestasi • Pemkot Makassar Kaji Kantong Parkir, Balai Kota Jadi Lokasi Paling Mendesak •
Sulsel

Dishub Sulsel Temukan Ada Retribusi PK5 yang Jualan di Badan Jalan

910
×

Dishub Sulsel Temukan Ada Retribusi PK5 yang Jualan di Badan Jalan

Sebarkan artikel ini
Dishub Sulsel Temukan Ada Retribusi PK5 yang Jualan di Badan Jalan
Tim edukasi Dinas Perhubungan Sulsel saat menertibkan Pedagang Kaki Lima (PK5) di sepanjang Jl. Urip Sumoharjo dan Perintis Kemerdekaan, menemukan kejanggalan. Pasalnya, para pedagang mengaku telah membayar retribusi sehingga merasa legal berjualan diarea tersebut.

MAKASSAR—Tim edukasi Dinas Perhubungan Sulsel saat menertibkan Pedagang Kaki Lima (PK5) di sepanjang Jl. Urip Sumoharjo dan Perintis Kemerdekaan, menemukan kejanggalan. Pasalnya, para pedagang mengaku telah membayar retribusi sehingga merasa legal berjualan diarea tersebut.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Sulsel, Abdul Azis Bennu mengaku Tim edukasi ini, setiap hari turun ke lapangan. Terutama di jalan protokol di kota Makassar, untuk mengedukasi masyarakat agar tidak menggunakan badan jalan untuk berjualan.

Dishub Sulsel Temukan Ada Retribusi PK5 yang Jualan di Badan Jalan
Tim edukasi Dinas Perhubungan Sulsel saat menertibkan Pedagang Kaki Lima (PK5) di sepanjang Jl. Urip Sumoharjo dan Perintis Kemerdekaan, menemukan kejanggalan. Pasalnya, para pedagang mengaku telah membayar retribusi sehingga merasa legal berjualan diarea tersebut.

“Tim edukasi kami ini, mengedukasi masyarakat agar tidak menggunakan badan jalan berjualan, jadi setiap hari di halau, dan saat tertentu taat. Namun, ada kondisi tertentu tidak ingin ditertibkan dan setelah ditelusuri mereka ternyata membayar distribusi resmi semacam uang parkir sehingga mereka merasa legal,” ungkap Azis Bennu, Rabu (1/9/2021)

Ia menyebutkan, akibat adanya hal semacam ini pedagang kaki lima banyak menjamur di sepanjang jalan protokol.

“Disepanjang jalan protokol di Makassar semakin menjamur pedangan kaki lima. Padahal, penggunaan badan jalan untuk berjualan sangat menggangu arus lintas bahkan membahayakan pengguna jalan,” sebutnya.

Oleh karena itu, Abdul Azis Bennu mengajak semua pihak untuk tidak melakukan aktifitas penjualan di daerah terlarang.

“Mari sama-sama menertibkan, karena sangat mengganggu pengguna jalan. Khususnya jalan protokol di Makassar. Ini sangat berbahaya bisa saja tabrakan. Tentunya kita tidak ingin melihat kota Makassar terlihat kotor dan jorok,” pungkasnya. (*)

Dishub Sulsel Temukan Ada Retribusi PK5 yang Jualan di Badan Jalan
Tim edukasi Dinas Perhubungan Sulsel saat menertibkan Pedagang Kaki Lima (PK5) di sepanjang Jl. Urip Sumoharjo dan Perintis Kemerdekaan, menemukan kejanggalan. Pasalnya, para pedagang mengaku telah membayar retribusi sehingga merasa legal berjualan diarea tersebut.

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com