Anggota Satpol PP Makassar Sesalkan Kebohongan PJ Walikota Dalam Video Viral
Dansat Linmas, Irwan, SE, MM, memberikan pernyataan langsung tentang kebohongan PJ Walikota Makassar dalam video yang beredar di berbagai platfom digital seperti WA dan Youtube, kali ini anggota Satpol PP Kota Makassar-pun turut angkat bicara tentang hal tersebut.

MAKASSAR—Setelah Dansat Linmas, Irwan, SE, MM, memberikan pernyataan langsung tentang kebohongan PJ Walikota Makassar dalam video yang beredar di berbagai platfom digital seperti WA dan Youtube, kali ini anggota Satpol PP Kota Makassar-pun turut angkat bicara tentang hal tersebut.

Dijumpai di ruang rapat Satpol PP Kota Makassar, Selasa (23/2/2021) sejumlah anggota Satpol PP Kota Makassar, mengatakan, bahwa video pernyataan PJ Walikota Makassar terkait sudah terbayarnya gaji anggota Satpol PP yang beredar penuh unsur kebohongan publik.

Salah satu anggota Satpol yang mengaku bernama Ayu Permata, mengatakan, bahwa dirinya membenarkan ucapan Dansat Linmas Irwan, yang diberitakan Media Sulsel sebelumnya yang mengatakan Satpol PP Kota Makassar tidak terima gaji.

“Saya ini sudah 3 bulan tidak mendapat gaji. Kami kerja untuk penegakan Perwali tentang protokol kesehatan itu karena tugas dan loyalitas dengan Satuan Satpol PP. Aktifitas penegakkan Perda dan Perwali sejak 3 bulan ini dari Desember 2020 sampai Pebruari 2021 hanya berdasar hati nurani belum digaji, dan itinya kami pasrah aja kepada nasib Satpol PP yang saat ini tidak terima gaji,” ujar Ai, sapaan Akrab Ayu Permata.

Hal senada diutarakan Andi Ryas, yang karena tidak terima gaji 3 bulan terpaksa dirinya mengutang dulu untuk menyambung hidupnya sehari-hari.

“Kalau saya, ketika mau belanja perlu utang dulu. Kalau sudah terima gaji ya baru bayar utang. Hidup butuh makan saat bekerja apalagi masa sekarang, pandemi Corona butuh asupan gizi, jadi terpaksa ngutang dulu karena butuh makan keluarga,” ujar Ryas.

Sementara itu, Dansat Linmas, Irwan, kembali tegaskan, bahwa sejak corona 19 Maret 2020, kebutuhan anggaran operasional dengan terpaksa ditanggung oleh para perwira Satpol.

“Mana ada anggaran dari Pemkot Makassar sejak 19 Maret 2020 saat PSBB. Saat ada 100 orang lebih personil satpol PP yang kena positif Covid-19, tidak ada perhatian pemerintah Kota Makassar, sekarang ini tambah parah, gaji mereka 3 bulan dari Desember 2020 hingga Pebruari 2021 tidak dibayar, baru ada video mengatakan macam-macam. Jangan sebar berita bohong pak Wali, tidak baik berita bohong diberikan ke masyarakat, hentikan kebohongan,” tegas Irwan. (70n)