MAKASSAR—Ribuan alumni SMA Negeri 2 (SMADA) Makassar mengubah suasana Minggu pagi menjadi lautan kebersamaan. Dari halaman Rumah Jabatan Wali Kota Makassar di Jalan Durian, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, secara langsung melepas defile dan Karnaval Tudang Sipulung Nasional (TSN) II SMADA Makassar, Minggu (24/5/2026).
Pelepasan ditandai dengan pengibaran bendera start oleh Munafri dari atas panggung utama. Setelah itu, rombongan peserta bergerak menuju Benteng Rotterdam sebagai lokasi penutupan rangkaian kegiatan.
Barisan alumni lintas angkatan tampil meriah dengan beragam kostum khas dan formasi defile yang menonjolkan identitas masing-masing angkatan. Iringan marching band menambah semarak perjalanan dari titik keberangkatan hingga pusat acara.
Dalam sambutannya, Munafri yang juga menjabat Ketua Harian IKA SMADA Makassar menegaskan bahwa Tudang Sipulung Nasional bukan sekadar agenda temu kangen tahunan, tetapi menjadi ruang memperkuat ikatan antargenerasi alumni.
“Alhamdulillah pagi hari ini kita masuk ke rangkaian hari terakhir dari Tudang Sipulung Nasional SMA Negeri 2 Makassar,” ujar Appi di hadapan peserta.
Ia mengajak seluruh alumni menikmati rangkaian defile dengan semangat dan menjadikan momen tersebut sebagai ruang membangun kembali kedekatan yang selama ini terpisah oleh profesi, usia, dan tempat tinggal.
Di tengah suasana santai, Appi juga menyelipkan candaan yang langsung disambut tawa peserta. Ia mengajak seluruh peserta menjadikan karnaval sebagai olahraga bersama.
“Pagi hari ini tidak ada asam urat, tidak ada kolesterol, kita olahraga bersama,” katanya.
Sebelum rombongan bergerak, Munafri turut memimpin yel-yel khas almamater yang langsung dijawab kompak oleh peserta. Teriakan “SMADA, Mantap Mantong!” menggema di titik start dan menjadi penanda kuatnya solidaritas alumni.
Menurut Appi, semangat yang terlihat dalam TSN II menjadi bukti bahwa jaringan alumni SMADA masih terjaga dan mampu memberi kontribusi positif bagi pembangunan sosial di Kota Makassar.
“Bagi saya, Tudang Sipulung bukan sekadar ajang reuni, tetapi ruang mempererat silaturahmi dan menjaga kebanggaan terhadap almamater,” tutupnya. (Ag4ys)













