Tujuan Prakerja Tidak Pada Tempatnya
Sementara program prakerja juga demikian sudah membuka 31 gelombang pendaftaran namun hasil kerja serta keluaran dari yang sudah mendaftar tidak membuahkan hasil.mereka hanya tergiur komisi sedikit untuk memenuhi kebutuhan masing-masing. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI angkat bicara soal adanya temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) dalam pelaksanaan.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad telah meminta komisi terkait untuk menindaklanjutinya. Ia meminta hasil temuan BPK tersebut dikaji lebih dalam oleh komisi terkait. Karena itu nanti kita akan meminta komisi teknis untuk mengkaji lebih dalam tentang temuan yang ada. BPK menilai ketidaktepatan tersebut dikarenakan para penerima program merupakan pekerja atau buruh dengan gaji di atas Rp3,5 juta ( m.medcom.id Kamis, 26/05/ 2022).
Bantuan program stimulus plus insentif terhadap 119.494 peserta dengan nilai Rp289,85 miliar, terindikasi tidak tepat sasaran. Mereka mendaftar diri semata ingin mendapatkan insentif, sehingga orang-orang mendaftarkan diripun boleh siapa saja.
Padahal, program yang berlangsung selama pandemi covid-19 tersebut dikhususkan bagi masyarakat yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) atau pencari kerja.
Selain bansos, BPK juga menemukan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) tidak terdistribusi dan KPM tidak bertransaksi bansos PKH dan Sembako/BPNT dengan nilai saldo yang belum disetor ke kas negara sebesar Rp1,11 triliun.
Peran Negara Memberikan kesejahteraan pada rakyatnya
Dalam pemenuhan kebutuhan pokok adalah peran Negara yang utama ketika melihat rakyatnya membutuhkan. Ada 5 kebutuhan pokok itu adalah Sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan, dan keamanan. Terkait ketika ada rakyat yang tidak mampu memenuhi 3 kebutuhan pokok di awal jika tidak ada lagi kelurga yang mampu membantu jatuh Negara untuk menyelesaikan segera mungkin.
Dengan memberikan bantuan dari Baitul mal, adapun rakyat yang udah berusaha mencari nafkah namun tidak ada yang mampu dilakukan. Negarapun langsung turut serta dalam menyediakan lapangan pekerjaaan. Dan pemberiannya merata, didata secara detail orang perorang dalam keluarga.
Alquran menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah teladan dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam hal kepemimpinan. “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS al-Ahzab [33]: 21).
















