Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sulsel, Prof M Jufri
Prof Muhammad Jufri, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sulsel.

MAKASSAR—Calon siswa SMA/SMK yang tak lolos jalur zonasi diminta tidak khawatir. Dinas Pendidikan akan memberi kesempatan untuk mereka.

Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Muhammad Jufri mengatakan, pihaknya menerima banyak aduan soal titik koordinat antara alamat rumah dan sekolah. Mereka yang tinggal dekat dengan sekolah malah tak lolos.

“Ada beberapa kasus. Setelah diverifikasi ternyata yang bersangkutan berada di zonasi dekat dengan sekolah tapi tak lolos,” ujar Jufri, Senin 21 Juni 2021.

Jufri mengatakan akan memberi kesempatan kepada siswa yang mengalami hal seperti itu. Mereka akan diakomodir di sekolah yang paling dekat dengan alamatnya.

“Tapi tidak lagi masuk dalam kuota yang ada. Kita carikan kuota prestasi atau kebijakan khusus sebagai kepala dinas,” tambahnya.

Disdik Sulsel sudah membuka posko aduan mulai hari ini dan besok. Posko pengaduan terletak di Gedung Guru kantor Dinas Pendidikan. Sementara, untuk kabupaten bisa ke UPT atau ke kantor Cabang Dinas.

“Silahkan datang ke Dinas Pendidikan membawa berkasnya, lengkapi dokumen dan kita akan verifikasi kembali,” tambahnya.

Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan Gubernur Sulawesi Selatan soal ini. Perintah Gubernur, tak boleh ada masyarakat yang dirugikan.

“Saya sudah keluarkan pengumuman, Senin dan Selasa, kami menerima pengaduan khusus bagi masyarakat atau calon siswa yang benar-benar dirugikan karena persoalan penentuan titik koordinat karena sistem,” jelasnya.

Ribetnya sistem zonasi juga dialami Muhammad Yusril, salah satu orang tua siswa. Ia bahkan mendatangi langsung kantor Gubernur Sulsel, pagi tadi.

Yusril mengadukan soal anaknya yang tak lolos di satu sekolah negeri manapun. Padahal, jarak rumahnya dari sekolah SMAN 22 Makassar tidak cukup satu kilo meter.

“Pilihan kedua ada SMA 7 dan SMA 18. Tapi tidak ada yang ditempati lolos biar satu sekolah. Padahal SMAN 22 yang paling dekat dari rumah,” keluhnya.

Malahan ada siswa yang jarak rumahnya lebih jauh, tapi bisa diterima. Yusril juga mengaku sudah mendatangi pihak sekolah dan Dinas Pendidikan.

“Tapi tidak ada solusi. Katanya sudah sistem. Makanya saya langsung mau bicara sama pak Gubernur saja,” ujarnya. (*)