BLITAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar terus mengintensifkan sosialisasi program Sekolah Rakyat yang ada di di Kelurahan Bendo Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar. Langkah ini dilakukan menyusul masih rendahnya jumlah calon peserta didik yang mendaftar menjelang dimulainya tahun ajaran baru.
Hingga awal Juli 2026, jumlah siswa yang menyatakan siap mengikuti program tersebut baru mencapai 70 orang dari target 220 siswa. Sementara itu, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dijadwalkan mulai pada 15 Juli 2026.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, mengungkapkan masih banyak orang tua yang ragu menyekolahkan anaknya di Sekolah Rakyat. Menurutnya, keraguan tersebut muncul karena sebagian masyarakat menganggap konsep Sekolah Rakyat sama dengan sekolah berasrama pada umumnya.
“Banyak masyarakat yang masih gamang karena membayangkan Sekolah Rakyat seperti asrama lain. Padahal konsepnya berbeda,” kata Syauqul, dikutip dari Beritasatu, Senin (6/7/2026).
Ia menjelaskan, persepsi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam memenuhi target jumlah peserta didik. Karena itu, Pemkot Blitar terus melakukan sosialisasi agar masyarakat memahami konsep dan tujuan program secara lebih utuh.
Sebagai upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat, pemerintah daerah berencana mengajak para orang tua calon siswa untuk melihat langsung lokasi dan fasilitas Sekolah Rakyat sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
“Orang tua akan kami ajak melihat langsung lokasi agar mereka percaya dan yakin menyekolahkan anaknya di Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Syauqul menambahkan, dirinya juga turun langsung ke lapangan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai program tersebut. Ia optimistis target 220 siswa dapat tercapai sebelum tahun ajaran baru dimulai.
Program Sekolah Rakyat diketahui diprioritaskan bagi anak-anak putus sekolah, anak dari keluarga kurang mampu, serta mereka yang kehilangan salah satu atau kedua orang tuanya. (Ag4ys/B-Network)